RAT KSP Kodanua XXXIX Luncurkan Tabungan Bumbung, gugah semangat menabung masyarakat

INOVASI atau mati. Petuah sakti bagi kalangan entrepreuner itu menggugah Koperasi Simpan Pinjam Kodanua untuk terus berkreasi dengan pengembangan produk. Upaya menjaga loyalitas anggota.

Ada yang tidak biasa dalam acara Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua yang berlangsung akhir Marer lalu. Selain penyampaian laporan rutin perkembangan kinerja usaha tahun 2015, Kodanua meluncurkan produk tabungan baru bernama Bumbung. Dari namanya, justru bukan istilah baru. Karena Bumbung – semacam kotak tabungan terbuat dari bilah bambu- sampai kini masih banyak digunakan masyarakat pedesaan untuk menyimpan uangnya.

RAT Kodanua

“Ini tabungan nostalgia, kebanyakan anggota Kodanua kan kaum urban yang masih rutin pulang ke desa. Melalui Tabungan Bumbung ini kami ingin menggugah kembali kenangan mereka semasa menabung di kampung halaman,” kata Ketua KSP Kodanua HR Soepriyono. Sebagai produk baru yang diharapkan dapat meningkatkan minat menabung anggota, maka operasional Tabungan Bumbung Kodanua dilakukan dengan sistem ‘jemput bola’. Bumbung berbentuk segi empat dari bahan akrilik itu nantinya dibagikan kepada anggota dan masyarakat. “Kami antarkan Bumbung ini kepada anggota dan masyarakat yang berminat, kemudian setiap minggu pertugas Kodanua akan datang ke rumah atau tempat kerja anggota untuk mengambil uang yang sudah mereka simpan di Bumbung. Selanjutnya, sambung Soepriyono jumlah uang terkumpul itu dicatat dalam buku tabungan anggota tersebut.

Pada tahap awal, Kodanua akan menyebar Tabungan Bumbung di cabang-cabang di wilayah DKI Jakarta. Jumlah bumbung yang akan diproduksi sebanyak 1.500 buah dan berikutnya akan disebar ke 22 kantor cabang KSP Kodanua yang berlokasi di empat provinsi.

Kinerja 2015

Kondisi ekonomi yang melamban di tahun 2015 diakui sangat berdampak pada pertumbuhan dan kinerja usaha Kodanua. Hal itu terlihat dari penurunan aset sebesar 1,73% dari Rp 149,209 miliar pada Desember 2014 menjadi Rp 146,622 miliar per Desember 2015. Demikian pula saldo pinjaman yang mencapai Rp114,671 miliar turun 7,12% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 123,557 miliar. Namun demikian volume pinjaman yang disalurkan tetap signifikan berjumlah Rp 254,420 miliar dan perolehan Sisa Hasil Usaha tetap positif, sebesar Rp 2,227 miliar. Upaya menghadapi tantangan ekonomi tahun 2016 yang masih belum menentu, Kodanua merancang sejumlah program, antara lain pengembangan kantor cabang dan penggunaan teknologi informasi yang belakangan disadari semakin urgent. Poduk Tabungan Bumbung, kata Soepriyono, merupakan salah satu upaya Kodanua mendapatkan sumber permodalan murah dari anggota yang kini mencapai 15 ribuan orang. (Ira)

Share This:

You may also like...