RAT KOPELINDO KERJA SAMA PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR RP 3,2 TRILIUN

Era koperasi berkonotasi ‘gurem’ dengan klaster usaha mikro agaknya sudah harus direvisi. Faktanya, Koperasi Pensiunan  Bulog (Kopelindo) menandantangani kerja sama  pembiayaan infrastruktur senilai Rp 3,2 triliun.

rat kopelindo

Sekunder Nasional Koperasi Pegawai Perum Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) menjawab keraguan publik tentang  asumsi bisnis koperasi yang selama ini berkonotasi gurem. Melalui anak perusahaannya PT Kopelindo Infrastruktur, koperasi ini menandatangani pembiayaan bersama (co-financing) dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) di bidang  proyek-proyek infrastruktur indonesia.

Kerja sama  investasi dengan  modal USS250 juta atau  sekitar Rp 3,2 triliun itu disaksikan langsung oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Dirut Perum Bulog/Penasihat Kopelindo Djarot Kusumayakti, dan Ketua Kopelindo Deddy SA Kodir, Juni lalu di Jakarta.

Sebagai koperasi  yang bergerak di lingkungan BUMN, kiprah  Kopelindo memang lebih menonjol di sektor keuangan. Namun melalui sejumlah anak perusahaannya, Kopelindo juga merambah sektor usaha lain yang sedang tumbuh pesat dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“ Berdasarkan amanah yang diberikan, Kopel infrastruktur menargetkan investasi sebesar US$ 1 miliar dalam 5 tahun ke depan, dimana telah dianggarkan dana sebesar US$ 125 juta untuk mendukung rencana ini,” kata Dirut PT Kopelindo Infrastruktur Herianto Pribadi.

Kopel infrastruktur adalah anak usaha dari Kopelindo yang dibentuk untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air, seiring potensi yang tinggi dan pesatnya pembangunan infrastruktur nasional dewasa ini.

Adapun proyek yang akan dibidik, nantinya beragam, baik yang dibangun oleh pemerintah, kerja sama badan usaha dengan pemerintah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Fokusnya ke sarana dan prasarana yang dapat memperlancar mobilitas arus barang dan jasa. Menurut Presdir IIF Arisudono Soerono, sejumlah proyek sudah disepakati untuk  dibiayai secara bersama-sama, yakni sektor transportasi, jalan, pengairan, air minum, air iimbah, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, dan migas sebagaimana mandat yang diberikan oleh pemerintah Republik lndonesia kepada IIF.

Selain itu, IIF dan Kopel infrastruktur juga akan bekerja sama di bidang pemberian jasa advisory atau konsultasi dalam menentukan dan melaksanakan skema pengembangan dan pembiayaan infrastruktur yang layak dan tepat. (Ira)

Share This: