Puskud Jatim Membangun Dari Pinggiran

Konsistensi Puskud Jatim dalam menggerakkan roda perekonomian di perdesaan mendapatkan respons positif dari pemerintah. Koperasi sekunder ini terpilih sebagai salah satu Koperasi Penggerak Pembangunan 2017.

BUKAN hal mudah untuk mempertahankan usaha koperasi perdesaaan selama 42 tahun seperti yang dilakukan Pusat Koperasi Unit Desa Jawa Timur (Puskud Jatim). Koperasi sekunder yang beranggotakan 702 KUD se-Jatim ini menjadi simbol kesuksesan usaha KUD di tengah iklim usaha yang tidak berpihak pada koperasi.

Ketua Umum Puskud  Jatim, Mardjito GA mengatakan, eksistensi yang berhasil dipertahankan hingga kini merupakan hasil kerja bareng dari seluruh pihak terkait dan dukungan anggota.“Puskud Jatim bisa tetap eksis karena dipercaya anggota,” ujar Mardjito.

Kepercayaan anggota terhadap koperasi yang didirikan pada

30 Juli 1975 ini tidak lepas dari sikap pengurus yang menjalankan koperasi sesuai dengan tata kelola yang baik. Ini misalnya dibuktikan dari penyelenggaraan RAT yang tepat waktu dan tertib administrasi. Selain itu, dalam menjalankan usaha pengurus berpatokan pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Mardjito berharap KUD tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat di pedesaan untuk menggerakkan roda perekonomian. Selain itu, mendapat kepercayaan dari Pemerintah dan perbankan, sehingga Koperasi menjadi mitra kerja utamanya dalam mengembangkan usaha masyarakat. Secara kinerja keuangan terdapat kenaikan aset sebesar  5,83% dari Rp87,54 miliar  pada 2015 menjadi Rp92,65 miliar di 2016. Adanya peningkatan  ekuitas /modal sebesar 7,66% dari Rp51,01 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp54,92 miliar di 2016. Sedangkan pencapaian SHU sebesar Rp2,02 miliar atau  92,23% dari Rencana 2016 yang sebesar Rp2,19 miliar.

Pada tahun ini, Puskud terus berusaha untuk meningkatkan kinerjanya dengan memanfaatkan sejumlah peluang bisnis. Untuk itu, komunikasi dengan anggota KUD terus digencarkan agar terjalin sinergi yang saling menguntungkan.

Pemerintah tidak menutup mata atas dedikasi dan kontribusi Puskud Jatim yang telah lama membantu dalam menghidupkan ekonomi desa. Melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Puskud Jatim terpilih sebagai Koperasi Penggerak Pembangunan untuk kategori Penghargaan Khusus Koperasi Sekunder yang berkontribusi terhadap pembangunan. Ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh Bappenas dan direncanakan akan digelar secara kontinu setiap tahun.

Penghargaan dari Bappenas, bagi Mardjito merupakan pengakuan atas kerja nyata yang dilakukan Puskud Jatim dalam ikut membantu program pemerintah, utamanya menggerakkan ekonomi perdesaan. Meski lebih banyak mengurusi usaha rakyat jelata, namun koperasi ini tetap mampu membukukan hasil yang jelita. (Drajat)

Share This:

2 Comments on “Puskud Jatim Membangun Dari Pinggiran”

Comments are closed.