Prospek Cerah, Petani Vanili Sumedang Membutuhkan Koperasi

SUMEDANG—Vanili (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan, pembuatan kue hingga es krim.  Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong.  

Vanili mempunyai prospek lumayan dari segi ekspor, Berdasarkan data UN Comtrade, nilai ekspor vanili mencapai 90,58 juta dolar  pada 2017 dan pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-3 sebagai eksportir terbesar dunia setelah Madagaskar dan Prancis.

Kebun sumber benih vanili di Indonesia hanya terdapat di 3 lokasi yakni Alor di Provinsi NTT, Sumedang di Provinsi Jabar dan Minahasa Tenggara di Provinsi Sultra.

Di antaranya yang dikelola, Kelompok Tani Hejo Ngemploh  Kampung Cisumur, Desa Pamekarsari, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat  dengan potensi ketersediaan bibit 100.000 batang.

Menurut ketua kelompok petani tersebut Opi, sebanyak 20 orang petani terlibat dalam budi daya dan dari jumlah itu hanya 7 orang yang tetap dengan luas lahan 10 hektare. Setahun Kelompok Tani Hejo Ngemploh  mampu pemproduksi 80 ribu polibek setahun dengan omzet rata-rata Rp30-50 juta per bulan.

“Kalau ditanya sukanya kalau dapat omzet besar, tetapi juga menghadapi kendala ketersediaan air. Kami mengharapkan pemerintah  membantu dalam hal yang sulit di jangkau oleh petani seperti pipanisasi dan embung,” ujar Opi kepada Peluang melalui WhatsApp, Rabu (23/9/20).

Menurut Opi prospek  budi daya vanili cerah asal para petani bisa memanen vanili tua jangan muda.  Selain itu dia membenarkan bahwa sudah saatnya petani vanili dibantu untuk membentuk koperasi agar lebih gampang untuk mempersatukan dalam berbagai hal.

Meskipun demikian dia mengakui dinas pertanian daerah cukup membantu dalam masalah penjualan. Benih vanili yang dihasilkannya dipasarkan ke sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat untuk varietas benih unggul lokal.

Opi mengakui, tanaman vanili yang dibudidayakannya merupakan varietas unggul lokal. Selain itu, varietas tersebut telah mendapat sertifikat dari Kementerian Pertanian.

“Jika varietas telah tersertifikasi, harga jualnya akan lebih tinggi dan pemasarannya lebih luas,” pungkasnya

Sebagai catatan, Kelompok Tani Hejo Ngemplak, selain mengembangkan usaha perbenihan juga tengah merintis Kampung Vanili sebagai agrowisata. Dengan wahana yang tersedia, kebun sumber benih, pembibitan, rumah penduduk yang di depan rumahnya terdapat tanaman vanili (Van).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *