Program Panel Surya di Pulau-pulau Terluar

PADA 2018, Kemen ESDMmenargetkan 255.250 panel surya terpasang di daerah pulau-pulau 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Wilayah-wilayah yang berada di pinggiran teritori itu agak lama terabaikan. Sudah saatnya pemerintah memberi perhatian yang layak. Menteri ESDM, Ignasius Jonan, tak menyangkal pentingnya kepedulian semacam itu

Jonan menyebut, “Masih ada 2.519 desa di Indonesia, setelah 72 tahun merdeka, tidak ada listriknya”. Karena itu, pemerintah pada 2017 menargetkan dipasang solar panel di seluruh rumah-rumah di desa.Tak kurang dari 100.000 rumah dipasang dan tahun 2018.Sebanyak 255.250 rumah di antaranya akan dipasang solar panel.

Pemerintah bertekad menerangi desa-desa tersebut dengan mengoptimalkan potensi sumber energi setempat. Misalnya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dalam dua tahun ke depan. Di pulau-pulau 3T, saat ini diperkirakan masih ada 11.000 desa yang memiliki fasilitas listrik sekadarnya. “Melistriki desa-desa yang belum berlistrik memerlukan empati besar, ” ujar Jonan.

Ketimpangan desa-desa yang tidak berlistrik dan berlistrik sekedarnya itu diyakini sebagai faktor penyulut kecemburuan sosial.Listrik ini adalah peradaban, kata Jonan.Kalau tidak ada listrik, peradaban (di sana) pasti pelan jalannya. Terlebih dikombinasikan dengan kemajuan teknologi informasi yang luar biasa,

Dicontohkannya, tahun 70-an Pak Harto meresmikan jalan tol Jagorawi.Orang yang tinggal di Papua, di Pulau Seram, di Maluku, di Miangas, di Pulau Rote, enggak tau ada jalan tol Jagorawi di Jakarta. Sekarang, ada apa pun yang terjadi di Jakarta, dipotret denganponsel pintar, lalu dikirim dengan WA.Masyarakat di pulau-pulau 3T jadi tahu. Itu sebabnya pemerintah mengejar agar mereka segera teraliri listrik.●(dd)

 

Share This:

You may also like...