Program Kewirausahaan KPPD DKI Jakarta Diapresiasi

DALAM RAT untuk Tahun Buku 2019 Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah DKI Jakarta melaporkan berbagai program yang dijalankan pengurus selama 2019, hal yang baru adalah kewirausahaan.

Salah seorang peserta, Junaes (41) memperlihatkan wajah yang cerah dan penuh optimis mengikuti RAT KPPD DKI Jakarta yang digelar di Wisma Antara 27 Februari 2020 lalu. Guru SMPN 31 ini baru dua tahun menjadi anggota KPPD, karena diajak rekannya. Bagi Junaes berkiprah di koperasi ini bukan hanya menabung, tetapi juga menapak masa depan yang cerah.

“Tahun lalu ada program kewirausahaan yang membuat saya semakin tertarik. Mungkin masa mendatang saya ingin mengikutinya untuk belajar wirausaha,” ujar Junaes, seraya mengatakan SMPN 31 sendiri punya cabang dari KPPD.

Ketua KPPD DKI Jakarta Hasanuddin mengungkapkan bahwa 2019 lalu, koperasi telah menjalankan program kewirausahaan yang diikuti 75 orang, tepatnya pada 17-20 Oktober 2019 di Lembang. Program ini merupakan inovasi dari KPPD sebagai tugas koperasi tidak saja mensejaterahkan anggotanya, tetapi juga membuatnya mandiri.

Menurut Hasanuddin anggota yang ikut lima tahun menjelang pensiun. Skemanya, pada tahun pertama mengenal kewirausahaan mulai dari kuliner, beternak, bertani dan sebagainya. Tahun kedua, anggota yang ikut program ini diharapkan sudah menemukan usaha yang diminatinya. Baru pada tahun ketiga usahanya berjalan dan setelah pensiun, mereka sudah mampu mandiri.

“Untuk pelatihan kewirausahaan ini kami bekerja sama dengan PIBI Ikopin Bandung. Ke depannya Inkopin akan mengirim calon sarjananya untuk mengajar anggota KPPD,” jelas dia.

Selain itu KPPD DKI Jakarta juga melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggotanya dalam berkoperasi. Di antaranya pelatihan manajemen di Cisarua, yang diikuti 230 orang pada September 2019.

Sementara dari segi kinerja keuangan, KPPD DKI Jakarta mencatat peningkatan cukup signifikan nilai aset pada 2019 sebesar Rp251,72 miliar, dibandingkan 2018 sebesar Rp238,54 miliar. Sementara jumlah Sisa Hasil Usaha (SHU) bersih juga meningkat tajam dari Rp7,94 miliar pada 2018 menjadi Rp10,05 miliar.

RAT diikuti oleh perwakilan 126 unit SKPD. “Jumlah anggota hingga 31 Desember 2019 tercatat 11.288 dan jumlah simpanan menembus Rp196,21 miliar,” kata Hasanuddin.

Dalam RAT KPPD ini hadir Meutia Hatta, tak lain putri Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia Muhammad Hatta. Dalam sambutannya, guru besar Antropologi FISIP UI ini memberi apresiasi terhadap kinerja KPPD.

Khususnya untuk program kewirausahaan bagi mereka yang menjelang pensiun mendapatkan sorotan istri pakar koperasi dan ekonomi kerakyatan Sri EdiSwasono.  Menurut Meutia, program tersebut sesuai dengan filosofi yang terkandung dalam koperasi, yaitu “Asah, Asih dan Asuh”.

“Program kewirausahaan ini mengajarkan asuh agar anggota menjadi mandiri. Hal ini patut diapresiasi,” ujar Meutia.

Dalam RAT ini juga hadir Asisten Bidang Ekonomi Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Sri Haryati yang sekaligus membuka acara. Haryati berharap KPPD punya peran untuk menumbuhkan perekonomian Kota Jakarta.  (Irvan)

Share This: