Program Bela UMKM Resmi Diluncurkan

Ilustrasi-Foto: Berita Satu.

JAKARTA—Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koperasi dan UKM, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) secara resmi rilis program bela pengadaan dan laman untuk UMKM,  serta pasar digital (PaDi) UMKM pada Senin (17/8/20)

Kepala LKPP Roni Dwi Susanto menyampaikan, menteri, kepala lembaga, pemda didorong melakukan pembelian di bawah Rp200 juta, di bawah Rp 50 juta melalui aplikasi dan usahakan menggunakan produk dalam negeri.

“Program ini merupakan tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mendorong bantuan kepada para UMKM akibat dampak pandemi. Presiden,” ujar Roni dalam acara “Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM, serta Pasar Digital UMKM”.

Lewat program ini, Kementerian, lembaga, pemerintah daerah untuk memprioritaskan pembelian produk UMKM.Saat ini belanja pemerintah yang didorong dan presiden mewajibkan pimpinan kementerian, lembaga, kepala daerah, paket UMKM di bawah Rp2,5 miliar.

“LKPP merasa ini harus didorong lewat aplikasi yanh mudah dan sederhadan tanpa meninggalkan efisiensi dan transparansi,” kata Roni.

Keterlibatan Kemenkop UMKM strategis agar mampu memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para UMKM untuk siap menyerap permintaan belanja pemerintah. 

“Harus ada yang membina UMKM terkait standar, kualitas, dan jumlah produk, kalau tidak bisa memenuhi standar akhirnya dibeli orang lain,” ungkap dia.

LKPP mendorong transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa untuk UMKM.

“UMKM memiliki potensi besar dalam menyerap belanja pemerintah asalkan mampu beradaptasi dengan digitalisasi,” pungkasnya.

Share This: