Produksi Susu Lokal Hanya Mampu Penuhi 20 Persen Kebutuhan Nasional

Ilustrasi-Foto: ilmiyas.wordpress.com

BANDUNG—Produksi susu lokal hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Hal ini disebabkan adanya kendala ketersediaan pakan hijau.  Jika tidak diatasi maka Indonesia sulit mencapai  target pada 2025, yaitu menenuhi setidaknya 50 persen kebutuhan susu secara mandiri.

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Dedi Setiadi mengakui sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia, termasuk di Jawa Barat tidak mempunyai cukup lahan untuk menanam rumput sendiri.

Saat ini, jumlah peternak di Jabar sekitar 16.000 orang. Sementara, jumlah sapi sekitar 62.000 ekor dengan rata-rata produksi susu sebanyak 451 ton per hari.

“Hampir 70% peternak  yang tidak memliki lahan menanam rumput,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) Koperasi Persusuan yang digelar Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat (Jabar). FGD digelar di GKSI Jabar, Jalan Rumah Sakit, Bandung, Rabu (9/10/19).

Dedi juga menyatakan, sebanyak 20% peternak memiliki lahan, tapi jumlah rumput yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan.

“Hanya 10% peternak Indonesia yang memiliki lahan dengan hasil rumput yang mampu mencukupi kebutuhan pakan ternaknya,” ucap dia seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Dedi memberikan solusi agar peternak sapi perah bekerja sama dengan Perhutani dengan sistem bagi hasil. Memang sudah ada peternak yang bekerja sama dengan Perhutani. Namun, persoalannya, ada tanaman keras di area itu, sementara rumput hanya menjadi tanaman sela.

“Idealnya adalah bekerja sama dengan perkebunan. Saat ini kami sudah menjajaki kerja sama dengan PTPN VIII. Uji coba akan dilakukan di Pangalengan dan Lembang,” papar Dedi.

Rencananya pada lahan tersebut akan ditanam jagung untuk kemudian dibuat silase. Pakan ternak sapi berupa silase awet hingga enam bulan.

“Silase akan dijual melalui koperasi. Kami tidak akan ambil untung. Dengan silase, selain lebih efektif dan efisien karena peternak tidak perlu nyambit sendiri, produktivitas peternak juga akan lebih tinggi,” pungkas dia.

Share This:

You may also like...