Pro Ekonomi Kerakyatan

Bukan perkara mudah mengelola kota yang terus tumbuh seperti Bekasi. Dengan segala dinamikanya, kota ini melesat menjadi salah satu tujuan investasi, hunian, maupun pendidikan.
Tri Adhianto Tjahyono, Wakil Walikota Bekasi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 250 ribu lebih wirausahawan. Mereka pada umumnya berskala usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). “Pemkot Bekasi senantiasa bekerja sama dengan pelaku usaha untuk perputaran ekonomi yang lebih cepat,” ujar Tri.
Salah satu kebijakan Pemkot Bekasi dalam pemberdayaan pelaku usaha di tingkat akar rumput adalah mempermudah pengurusan izin agar para pengusaha memiliki kepastian hukum. Selain itu, memberi akses bantuan modal dari pihak ketiga kepada pelaku usaha.
Pemkot Bekasi juga telah memfasilitasi kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Kota Bekasi untuk melakukan pelatihan kewirausahaan. Pengusaha kecil telah didorong untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam memasarkan produk dan layanannya. Tidak tanggung-tanggung, Pemkot Bekasi menggandeng raksasa internet Google agar pengusaha lebih melek digital.
Selain menggeber aspek perekonomian, Pemkot Bekasi juga terus memacu kualitas sumber daya manusia (SDM). Hasilnya sudah terbukti dimana Kota Bekasi merupakan daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM ) tertinggi kedua di Jawa Barat.

Deretan kinerja Kota Bekasi selama ini diganjar penghargaaan dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Tri yang merupakan mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi ini dinobatkan sebagai Top Eksekutif Muslim. Penghargaan ini diberikan enghargaan itu diberikan kepada tokoh-tokoh yang berkontribusi nyata dalam hal pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat

Share This:

You may also like...