Prambanan Jazz Virtual Festival 2020, Kematangan Penyanyi Muda

Ilustrasi-Foto: Humas Kemanparekraf.

YOGYAKARTA—Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 berhasil digelar pada Sabtu (31/10/20) hingga Minggu (1/11/20).  Perhelatan ini merupakan festival musik rutin digelar sejak 2015 secara offline. Hanya saja kondisi pandemi Covid-19 membuat Prambanan Jazz Festival diubah konsepnya menjadi virtual musik.

Sejumlah penyanyi muda tampil memukau menanadakan sudah terjadi renegerasi penyanyi ajzz dengan baik.  Di antara mereka terdapat Yura Yunita (29 tahun) pemenang AMI Award untuk Album Solo Wanita (2019) dan dua kali untuk kategori artis Solo pada 2017 dan 2018.

Yura tampil menjadi penutup event jazz ini dengan melantunkan enam lagu, mulai dari lagu Takkan Apa yang menjadi soundtrack sebuah film, single teranyarnya Hoolala, Get Along With You, Intuisi, Malam Sepi, Merakit dan Harus Bahagia menjadikan panggung PJF menunjukan dia semakin matang sebagai penyanyi sejak muncul di publik sekitar 2013.

Yang menarik, penyanyi kelahiran Bandung 9 Juni 1991 mengubah lagu Intuisinya yang biasanya ada nuansa musik tradisional Jepang menjadi nuansa Bali dan dia menunjukan koregrafinya sedikit menari Bali.

Lainnya adalah Nadin Amizah, yang baru berusia 20 tahun asal Bandung menunjukan bahwa dia sudah bermetaformasa dari penanyi remaja menjadi penyanyi dewasa. Dia mengubah aransemen lagunya dari jenis folk bernuansa jazz, lewat Paman Tua, Bertaut, Mendarah, Rumpang dan Beranjak Dewasa.  Di antara lagu tersebut Rumpang dinyanyikan luar biasa, lagu yang seratus persen folk diubah jadi seratus persen jazz.

Kehadiran Nadin Amizah dengan suara renyah, “dreamy” (membawa pendengarnya seperti bermimpi) punya potensi untuk bertanding dengan penyanyi milenial global.  Saat ini popularitasnya tengah menanjak.  Nadin mampu mendatangkan sekira 16 ribu viewer sejak ditayangkan di Youtube hanya dalam sehari.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Prambanan Jazz Festival. Menurut penyelenggaraan Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 sebagai wujud inovasi dari pelaku industri kreatif subsektor musik untuk tetap konsisten berkarya di tengah pandemi Covid-19.

“Apresiasi setinggi-tingginya juga kepada Rajawali Indonesia, serta para pihak yang turut dalam pelaksanaan prambanan  jazz virtual,” ujar Wishnutama dalam sambutannya secara virtual, Sabtu (31/10/20). 

Wishnutama menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan menjadi standar penyelenggaraan sebuah event di fase pandemi saat ini. 

“Protokol kesehatan yang dilakukan Prambanan Jazz Festival ini diharapkan bisa menjadi konsep experience dan alternatif penyelenggaraan event  festival musik di masa pandemi ini,” ujar Wishnutama. 

Yura Yunita-Foto: Kumparan

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan, tidak mudah menyelenggarakan perhelatan di tengah situasi pandemi. Sebab, proses panjang terkait perizinan penyelenggaraan harus dilalui demi terwujudnya Prambanan Jazz Festival 2020 di masa pandemi COVID-19. 

“Usaha keras kami akhirnya bisa membuat Prambanan Jazz Festival 2020 tetap dapat terselenggara,” ujar Anas. 

Hari pertama gelaran Prambanan Virtual Jazz Festival diisi deretan musisi, yakni Joko In Berlin, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Pusakata, Tompi, Nadin Amizah dan Tulus. 

 Pada hari kedua, Minggu (1/11/2020) diisi deretan musisi lainnya seperti Andmesh, Pamungkas, Ardhito Pramono serta Yura Yunita (Irvan Sjafari). 

Share This: