PLN Sempat Nyaris Tamat

“SAYA punya pengalaman kongkret. Tahun 2000 PLN nyaris bangkrut, modalnya minus Rp9 triliun, asetnya hanya Rp50 triliun,” ujar Rizal Ramli menceritakan sejarah Perusahaan Listrik Negara (PLN) nyaris bangkrut di tahun 2000, di era Presiden SBY.

Direksi PLN pun meminta tolong kepada APBN. “Direksi PLN datang ke kami ngemis-ngemis supaya disuntik dana APBN, kami tidak bersedia. Bukan begitu caranya, mari kita lakukan revaluasi aset PLN,” ujarnya. Haslnya, aset PLN naik dari Rp50 triluin menjadi Rp240 triliun. Modal yang awalnya minus Rp9 triliun naik menjadi Rp104 triliun.

“Itu pertama kali benerin BUMN tanpa nyuntik uang. Cuma Rizal Ramli yang lakukan itu dalam sejarah Indonesia,” ujar Rizal Ramli. Tak berhenti sampai di situ. “Yang kedua, ternyata dari 27 a power purchase agreement  ke pihak asing itu mark up-nya luar biasa. Harusnya di Asia hanya US$3 sen per kilowatt (kW) ini 7-9 sen. Kenapa? Asing patgulipat dengan yang kuasa. Mereka dikasih saham kosong dengan syarat harganya yang 3 sen didobel menjadi US$6,7 sen.

Dirut PLN masa Presiden BJ Habibie pernah kalah berperkara dan terkena denda. Tak habis akal, Rizal Ramli punya jawaban. “Saya pakai cara out of the box, saya panggil teman saya, redaksi Wall Street Journal saya kasih liat listriknya luar hanya US$3 sen per kW list di Indonesia US$7 sampai US$20 sen. “Saya minta di Wall Street Journal, dan di New York dimuat 3 hari berturut-turut. Bagaimana patgulipatnya asing ini dengan yang kuasa yang sangat merugikan rakyat Indonesia saat itu, sehingga utang PLN waktu itu US$85 miliar dari 27 proyek,” tuturnya. Dengan kiat ini, bule-bule datang ke Jakarta memohon negosiasi.

Share This:

You may also like...