Pinjaman Muri Agar Usaha Anggota Tetap Eksis

Anggota yang memiliki usaha produktif dapat menikmati fasilitas pinjaman hingga sebesar Rp7 juta dengan bunga pinjaman yang rendah.

Pandemi Covid-19 memberi tekanan pada semua sektor  termasuk UMKM yang  digeluti banyak anggota koperasi. Penjualan turun dan semakin tipisnya marjin usaha menjadi risiko keseharian yang kini dihadapi banyak pelaku usaha. KSP Makmur Mandiri (KMM) tergerak untuk membantu anggota dalam mengatasi tekanan tersebut.

Tumbur Naibaho, Ketua KMM mengatakan sejak awal didirikan sampai kini 11 tahun beroperasi semangat dasar untuk membantu sesama tidak pernah luntur. Terlebih di tengah pandemi seperti sekarang dimana banyak anggota yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. “Kami memiliki komitmen untuk membantu usaha anggota agar tetap bisa eksis dan berkembang di masa pandemi ini,” ujar Tumbur.

Komitmen itu diwujudkan dengan meluncurkan pinjaman Modal Usaha Mandiri (Muri) pada pertengahan tahun ini. Pinjaman Muri ini ditujukan bagi anggota yang memiliki usaha produktif seperti kios atau warung.  Anggota dapat menikmati fasilitas pinjaman hingga sebesar Rp7 juta. Nilai itu diyakini cukup untuk membantu perkembangan usaha.

Pinjaman Muri juga didesain untuk tidak memberatkan anggota dalam mencicil angsuran pinjaman. Ini terlihat dari bunga pinjaman yang cukup rendah yaitu sebesar 1,8 persen perbulan. Dengan begitu, anggota tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam hanya untuk membayar cicilan.

Pinjaman Muri  sangat tepat bagi anggota yang membutuhkan tambahan modal agar usahanya bisa tetap eksis. Produk ini merupakan bentuk nyata kepedulian KMM dalam membantu usaha anggota terutama yang terdampak pandemi. “Pinjaman Muri akan membantu anggota agar usahanya tetap berjalan,” ujar Tumbur.

Selama ini seperti diketahui, modal masih menjadi persoalan klasik bagi pelaku usaha di tingkat akar rumput dalam mengembangkan usaha. Jika pun ada lembaga keuangan yang menawarkan modal usaha, biasanya bunga pinjaman yang ditawarkan cukup tinggi. Selain itu, persyaratan administrasi seperti agunan juga kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha mikro kecil dalam mengakses permodalan.

Salah satu kantor cabang KMM yang gencar menyalurkan pinjaman Muri adalah Cabang Depok. Sri Mulyani, Manajer KMM Cabang Depok mengatakan, sejak Juni 2020 pihaknya mulai menyalurkan pinjaman Muri kepada anggota yang memiliki usaha. “Anggota antusias terhadap pinjaman Muri karena dinilai dapat membantu usaha mereka,” ujar Sri.

Besarnya pinjaman Muri bervariasi mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp7 juta. Rata-rata pinjaman yang disalurkan di cabang Depok Jawa Barat sebesar Rp3,8 juta. Jumlah itu dinilai cukup untuk menggerakkan usaha di tengah tantangan yang dihadapi.

Kota Depok merupakan salah satu kota dengan pelaku usaha mikro kecil yang cukup banyak. Berdekatan dengan ibukota Jakarta, menjadikan ekonomi Depok bergerak cukup dinamis. Sektor perdagangan dan jasa merupakan bidang usaha yang menopang pertumbuhan kota tersebut.

Sri menambahkan, hingga kini total pinjaman Muri yang disalurkan mencapai Rp800 jutaan kepada 250 orang anggota. “Jumlah anggota penerima Muri akan terus kita tingkatkan agar ekonomi tetap bergerak,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas pinjaman, pengurus KMM Cabang Depok selalu melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan validitas dokumen. Cara ini cukup efektif untuk memastikan bahwa pinjaman benar-benar digunakan untuk usaha produktif. Angsuran cicilan dari anggota pun selama ini lancar jaya yang membuktikan bahwa usahanya berjalan dengan baik.

Sampai akhir tahun, KMM Cabang Depok menargetkan penyaluran pinjaman Muri sebesar Rp1,5 miliar untuk 400 orang anggota. Jumlah itu diyakini dapat tercapai melihat antusiasme anggota selama ini. “Kami yakin hingga akhir tahun ini pinjaman Muri dapat mencapai target yang ditetapkan kantor pusat,” ujar Sri.

Dalam upaya mencapai target tersebut, Sri dan tim nya pun terus aktif menawarkan pinjaman Muri  kepada anggota. Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian, jumlah penerima pinjaman produktif ini terus meningkat. Ini sesuai dengan ekspektasi pengurus agar usaha anggota tetap berjalan di tengah pandemi.

Upaya KMM untuk menggerakkan sektor UMKM sejalan dengan program Pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional.  Selama ini UMKM merupakan sektor usaha terbesar yang digeluti pelaku usaha. Oleh karenanya, memfasilitasi pinjaman kepada mereka sama saja dengan mempercepat ekonomi bergerak.

KMM sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional akan tetap menjadi yang terdepan dalam memajukan usaha mikro kecil. Ini sesuai dengan komitmennya untuk membantu usaha anggota dan sejalan tujuan berkoperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *