Petani Tertimbun Garam Impor

Seorang petambak garam di Madura, Ismutajap, mengeluh, sejak tahun 2018 lalu garamnya mandek di gudang tak terserap pasar. “Saya ada 20 hektare (ha) lahan. Tidak terjual 2.600 ton,” katanya.

ALOKASI impor garam pada 2020 dipastikan makin membengkak dari 2,75 juta ton (tahun lalu) jadi 2,92 juta ton. Harga garam bakal terpukul, karena stok berlimpah. Impor plus produksi dalam negeri 2,9 juta ton menjadikan total stok 5,6 juta ton. Padahal, kebutuhan dalam negeri cuma 4,5 juta ton. Jadi, ada 1,1 juta ton stok tahun 2019.

Digabung dengan 900 ribu ton stok tahun 2018 yang tidak terserap, total stok garam 2 juta ton. Otomatis, harga anjlok. Sempat berada di angka Rp200/kg. Petani garam lokal gigit jari. Sebab, Harga Pokok Produksi Rp950/kg. “Bisa dipastikan, produksi garam nasional 2020 tidak punya ruang gerak di pasaran,” ujar Sekjen Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia,  Faisal Badawi.

Sekarang harga garam lokal hancur-hancuran. Nggak ada harganya. Nggak laku. HPP (Harga Pokok Produksi) hitungan teman-teman sekitar Rp900-an/kg, sekarang harga jual ada yang Rp200/kg, ada yang Rp300/kg. Seorang petambak garam di Madura, Ismutajap, mengeluh, sejak tahun 2018 lalu garamnya mandek di gudang tak terserap pasar. “Saya ada 20 hektare (ha) lahan. Tidak terjual 2.600 ton,” katanya.

Pada 2020, alokasi garam impor untuk industri makanan dan minuman (mamin) lebih dari setengah juta ton. Jumlah ini memang meningkat dibandingkan 2019, yang hanya sekitar 400 ribu ton lebih.”Untuk mamin dialokasikan 543 ribu ton,” ujar Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi Lukman.

Pada 2020, alokasi kuota impor garam bakal bertambah dibandingkan 2019. Kondisi ini membuat petani garam lokal resah di tengah jatuhnya harga garam karena stok yang melimpah sejak akhir tahun lalu. “Secara umum yang saya tahu alokasi impor di tahun 2020 ini naik 200 ribu ton dari alokasi impor di 2019. Jadi, dari 2,75 juta ton (di tahun 2019) jadi 2,92 juta ton (di 2020). Informasi yang beredar ya,” kata Sekjen Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia, Faisal Badawi. Ia gregetan dengan rencana alokasi impor 2,92 juta ton itu, padahal ada 1,1 juta ton stok produksi  garam lokal yang menunggu pembeli.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Muhammad Khayam, mengakui alokasi impor garam 2020 untuk industri memang ada peningkatan. Pada 2019, alokasi impor garam mencapai 2,75 juta ton, dan tahun ini naik 6% jadi 2,92 juta ton.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, impor garam terpaksa dilakukan karena industri dalam negeri membutuhkan. Garam yang dibutuhkan untuk industri mempunyai syarat atau ketentuan yang tinggi.

“Selama pasokan garam dan gula untuk industri yang mempunyai persyaratan tinggi karena kita tidak boleh mematikan industri itu sendiri hanya karena tidak mempunyai bahan baku,” kata Menperin, Agus Gumiwang. Kualitas, garam konsumsi, kadar NaCl harus sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu mengandung kadar NaCl diatas 94,7% dan untuk garam industri, kadar NaCl harus di atas 97%.‚óŹ

Share This: