Petani Temanggung Ekspor Vanili ke Jepang

TEMANGGUNG—  Desa Sucen, Kabupaten Temanggun terletak di lereng gunung Sindoro – Sumbing dengan ketinggian 600 hingga 700 meter. Mereka yang mengunjungi desa ini akan melewati hamparan kebun kopi, namun desa ini juga mempunyai komoditas lain, yaitu vanili.

Yang membudidayakan tanaman yang disebut emas hijau ini adalah Komunitas Petani Vanili (Kompeni) Desa Sucen, Temanggung sudah tiga tahun terakhir jadi langganan eksportir Jepang.

“Kami tak hanya mengandalkan keuntungan dari panen saja. Sehingga harus ada nilai tambah dari usaha lain, seperti penjualan bibit,” kata Sudin, Selasa (13/10/20).

Hanya saja, katanya Kompeni hanya dapat melayani permintaan lokal karena terkendala aspek legalitas.  Diharapkan, dengan adanya kegiatan identifikasi  dapat menghasilkan legalitas terkait peredaran vanili milik petani Desa Sucen.

Lanjut dia, para petani  menanam vanili di sela kopi ini. Langkah ini sebagai salah satu cara untuk mengelabuhi terhadap pencurian vanili yang harganya saat ini Rp300 ribu per kilogram (basah).  Selain itu juga menambah nilai ekonomi dari hasil panen emas merah (kopi).

“ Perawatannya juga lebih mudah apabila ditanam di sela kebun emas merah. Lokasi yang cukup dekat dari rumah pemilik kebun juga menjadi salah satu faktor pertimbangan,” ujarnya.

Sudin juga menyerukan petani di daerah lain tetap giat dan tidak menyerah dalam pembudidayaan vanili, agar mampu bersaing di pasar internasional. Vanili termasuk ke dalam tujuh komoditas perkebunan yang saat ini  digalakkan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan.

Mengingat, si emas hijau ini punya potensi ekspor. Ditjen Perkebunan sepanjang  2020 melakukan  peningkatan produktivitas dan volume ekspor vanili melalui Program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing (Grasida).

Sebagai catatan, nilai ekspor vanili asal Jawa Tengah pada 2020 naik tiga kali lipat dibandingkan 2019. Pada 2019, nilai ekspornya mencapai 3,2 miliar rupiah atau sebanyak 3 ton, sedangkan pada 2020 yang baru sampai  Juni nilai ekspornya mencapai 11,9 miliar rupiah atau sebanyak 5,7 ton.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Temanggung, C Masrik Amin Zuhdi membenarkan, Desa Sucen merupakan salah satu kawasan penghasil vanili di Temanggung yang sudah punya pasar ekspor ke Jepang.

“Kegiatan identifikasi pun berlanjut dengan pengamatan langsung pada vanili yang ditanam di kebun milik beberapa anggota Kompeni,” kata dia.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *