Petani Kota Bangkit (4) Kementan Bentuk Kostrani Dampingi Petani Hidroponik

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

SERANG—Kementerian Pertanian menyambut baik pertumbuan pertanian kota terutama dengan keberadaan teknologi hidroponik.  Selain bisa menambah pendapatan warga, munculnya pertanian kota ini mendukung langkah pemerintah dalam rangka ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo menyampaikan, jajarannya akan membentuk Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostrani) untuk melakukan pendampingan bagi petani kota ini.

“Tren hidroponik ini harus terus dikembangkan didukung dengan teknologi yang didorong sosialisasinya oleh Kostratani,” kata Syahrul.

Sejalan dengan hal itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar “Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik Mendukung Kostratani” di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Jumat (20/11/20)

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, pertanian sistem hidroponik tak membutuhkan lahan yang luas. Dia meminta kepada penyuluh untuk menggenjot pertanian sistem hidroponik yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas. 

Menurutnya, sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta, Banten melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) siap mengembangkan sistem hidroponik. 

“Maka dari itu, penyuluh pertanian dan Kostratani memikul tanggung jawab untuk mengembangkan sistem hidroponik ini. Tujuannya adalah peningkatan kapasitas produksi,” ujar Dedi.

Kalau produktivitas meningkat, berarti tujuan pembangunan pertanian kita tercapai. Kalau produktivitas tinggi, peyangga ibu kota seperti Banten bisa mensuplai pangan untuk warga Jakarta. Itu artinya duit.

Karena itu, Kementerian Pertanian mendukungnya melalui kegiatan pelatihan kepada penyuluh dan petani.

 “Di sini ada BPTP Banten yang akan men-support pelatihan, pendampingan dan pengawalan sistem hidroponik ini yang akan menggenjot produktivitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakanposisi Banten yang sangat strategis sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta memiliki pola pertanian yang bervariasi, baik di perkotaan maupun pedesaan dengan lahan yang luas. 

Sekecil apapun lahan yang dimiliki dapat dimanfaatkan, salah satunya melalui hidroponik ini. Dengan teknologi tidak melebar ke samping, tetapi ke atas.

Sehingga, penanganan pertanian harus lebih bervariasi, spesifik sesuai agrosistem masing-masing. Pada pertanian yang memiliki lahan luas kita mendorong pemanfaatan lahan yang masih bisa diberdayakan.

“Pertumbuhan produksi difokuskan pada lahan tersebut. Potensi ekspor cukup bagus, ada komoditas spesifik yang dapat diekspor seperti gula semut, melinjo, singkong dan lainnya,pungkas dia.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *