Pesona Bangkok – Pattaya

Menyusuri sungai Chao Phraya yang indah dan  mengunjungi museum lilin Madame Tussauds serta ke Nongnooch Village menjadi bagian perjalanan ke Bangkok. Seru dan menyenangkan. 

 

Penerbangan dari Bandara Soetta Jakarta menuju Suvanabhumi Airport Bangkok memakan waktu kurang lebih 3 jam. Tepat pukul 19.45, kami sampai di Airport, disambut Mr. Jitt tour guide penduduk asli Thailand. Tidak ketinggalan pula gadis Thailand berbusana tradisional yang mengalungkan bunga ke masing-masing peserta. Bus kami pun melaju menyelusuri malam kota Bangkok. Mr. Jitt terlihat bersemangat menyampaikan segala sesuatu tentang Thailand sampai kita tiba saat dinner di restaurant local dengan set menu yang menggoda selera, apalagi kalau bukan “Tom Yam”, menu khas Thailand dengan ramuan yang konon katanya bisa bikin awet muda. Peserta pun antusias menyantap sajian yang memang memanjakan lidah, hhhm…yummy! Malam makin larut, akhirnya kami chek in di Bangkok Palace hotel.

Perjalanan selanjutnya menuju ke kawasan Krung Kasem Road Theves Bangkok. Sambil menjelajah wisata dan kuliner yang ada di Bangkok maupun Pattaya. Sempat pula kami membawa rombongan untuk dinner di Royal Dragon Restaurant Bangkok, seafood restaurant yang pada tahun 1992 menerima Guiness Book of Records sebagai restaurant terbesar di dunia. Uniknya restaurant ini pramusajinya menggunakan sepatu roda untuk mondar-mandir karena luasnya area restaurant bergaya oriental ini. Tidak hanya itu, kami pun dapat melihat tarian tradisional Thailand saat dinner dan melihat pelayan yang mengantarkan makanan dengan menggantung di tali seperti flying fox dengan balutan busana Thailand.

Destinasi wisata Bangkok yang kita singgahi adalah Wat Arun yang merupakan Candi Budha. Untuk mencapai Wat Arun terlebih dahulu kita menyusuri sungai Chao Phraya selama kurang lebih 20 menit. Rombongan naik perahu sambil berbekal roti tawar untuk makanan ikan-ikan di sungai Chao Phraya. Seru ! Kita akan melihat banyak ikan bergerombol berebut roti tawar yang kita lemparkan ke sungai. Perahu terus melaju sampai ke tempat Wat Arun yang kita tuju, terlihat candi budha yang berdiri seperti layaknya candi Prambanan yang ada di Indonesia namun beda material batu yang di susun. Di area sekitar Wat Arun terdapat tempat belanja yang cukup murah meriah. Tidak mengherankan rombongan langsung menyerbu, mencari souvenir, oleh-oleh khas Thailand.

Di Bangkok kita juga sempat mengunjungi Madame Tussauds yang merupakan museum patung lilin terletak di Siam Discovery lantai 6. Di Museum ini terdapat patung lilin berbagai tokoh dunia, artis, olah ragawan dan aneka merchandise khas Madame Tussauds. Sepintas patung-patung lilin yang dibuat mirip dengan manusia asli, konon katanya untuk satu buah patung lilin membuatnya memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Istimewanya di Madam Tussauds Bangkok kita akan menjumpai patung lilin Ir. Soekarno, presiden pertama RI. Rombongan nampak antusias berfoto bersama patung lilin yang ada di Madame Tussauds Bangkok.

Kami juga sempat menikmati pantai Pattaya di waktu senja meskipun sebentar saja karena malamnya kita akan dibawa ke Alcazar Show. Sebuah pegelaran spektakuler ladyboy Thailand yang berbusana serasi dengan lagu dan tariannya. Pertunjukan mewah, seru dan lucu membuat kami bergembira bersama.

Wisata di Pattaya yang lain adalah Nongnooch Village yang merupakan taman bunga dengan beberapa binatang yang ada di dalamnya. Di sekitar area tersebut juga ada “Elephant Show” pertunjukan gajah, seperti layaknya sirkus yang mempertontonkan gajah main bola, menari, melukis dan atraksi-atraksi lain. Pengunjungpun dapat berfoto bersama gajah dengan diangkat menggunakan belalainya. Wow !  (Siska).

Share This:

You may also like...