PERUM JAMKRINDO SAHABAT BAGI UMKM   

  memorandum

Berlakunya Undang-undang No 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan memberi angin segar bagi Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jakmrindo). Maklum kendati sudah puluhan tahun beroperasi sebagai perusahaan penjaminan, namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini belum punya aturan hukum yang selevel dengan lembaga keuangan yang lain. Kehadiran UU ini memberikan kepastian  bagi Jamkrindo untuk bisa memiliki aturan hukum yang setara dengan lembaga keuangan lainnya.

 

Namun demikian kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar, UU ini seyogyanya juga memberi dampak positif bagi UMKM yang hingga kini masih banyak yang belum mampu mengakses modal dari lembaga keuangan perbankan maupun non-perbankan.

“UMKM memberi kontribusi lebih dari 50% terhadap PDB dan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja Indonesia. Kehadiran Jamkrindo untuk mengawal agar UMKM tetap eksis dengan memback-up penjaminan kreditnya,” tutur Diding lagi. Kepada PELUANG putra  Cirebon kelahiran 9 Agustus 1954 ini bertutur mengenai peran strategis yang kini diemban Jamkrindo. Berikut petikannya.

 

PERUM JAMKRINDO SERING DIIDENTIKKAN DENGAN BUMN YANG PEDULI UMKM TERUTAMA DI SEKTOR PENJAMINAN KREDIT. APA SAJA YANG KINI TENGAH DILAKUKAN?

Perum Jamkrindo kini sudah lebih dari empat dekade. Sudah boleh dibilang perusahaan tua,  namun kami berupaya melakukan berbagai terobosan agar Jamkrindo tidak terjebak dalam rutinitas, yang hanya menyediakan penjaminan kredit. Kami berupaya membangun image Jamkrindo sebagai ‘rumah’ dan sahabat yang ramah bagi UMKM. Langkah jemput bola ini antara lain berupa pelayanan konsultasi dan mendirikan divisi pemeringkat UMKM sehingga dapat menjadi rekomendasi bagi lembaga keuangan.

BAGAIMANA DENGAN FUNGSI PENJAMINANNYA?

Ya tetap jalan lah, bahkan itu yang utama. Sektor penjaminan kredit kami kaitkan dengan program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pembiayaan Perumahan (FLPP), Resi gudang, dan Suretyship yang basisnya  memang penjaminan. Intinya, semua program Jamkrindo bermuara pada pemberdayaan UMKM melalui program penjaminan, itu sebabnya saya menggenjot pengembangan kantor cabang di seluruh Indonesia. Saat ini Jamkrindo sudah punya 56 Kantor Cabang tersebar di seluruh Tanah Air, didukung 9 Kantor Wilayah dan juga 13 Kantor Unit Pelayanan (KUP) di tingkat Kabupaten/Kota.

PEMERINTAH KINI MENGGALAKKAN PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) GUNA MEMBANTU PERTUMBUHAN UMKM. BERAPA JAUH PERAN JAMKRINDO?

KUR bukan suatu yang baru bagi Jamkrindo karena kami sudah mendukung program ini sejak tahun 2007. Hingga periode bulan Mei 2016, Perum Jamkrindo telah menjamin 6,4 juta debitur UMKM. Jamkrindo berdiri di garda depan  mendukung UMKM yang feasible namun belum bankable  untuk memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

BAGAIMANA PENCAPAIAN JAMKRINDO DALAM PROGRAM KUR?

Dari tahun ke tahun terus meningkat. Kami memberikan jaminan kepada mitra, khususnya perbankan untuk bersinergi mensukseskan program KUR. Jamkrindo menjaga kepercayaan dalam kerja sama ini secara khusus dengan para mitra. Penjaminan kredit dari Jamkrindo ternyata dapat meningkatkan penyaluran KUR bagi UMKM yang usahanya layak. Melalui Jamkrindo risiko UMKM dapat dimitigasi hingga 70% dari total kredit yang disalurkan, sehingga dapat menekan NPL Bank. Selain itu, Bank penyalur KUR yang dijamin oleh Perum Jamkrindo hanya perlu mencadangkan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar 20%.

USIA JAMKRINDO KINI  SUDAH 46 TAHUN. PRESTASI APA SAJA YANG SUDAH DICAPAI ?

Jamkrindo senantiasa mendukung program pemerintah di bidang pemberdayaan UMKM melalui penjaminan, khususnya KUR yang bertujuan memback-up pengembangan UMKM. Namun terpenting agaknya bahwa kami telah merealisasikan cikal bakal Lembaga Pemeringkatan yang berperan strategis dalam mengelola UMKM agar bisa naik kelas karena mudahnya akses pembiayaan. Perum Jamkrindo juga sukses melaksanakan pendampingan kepada UMKM dalam memberikan konsultasi manajemen dan edukasi berkesinambungan sebagai cikal bakal klinik bisnis UMKM. Capaian lain dalam mendekatkan aksesibilitas kepada para nasabah secara pro-aktif, adalah peluncuran Mobil Layanan Penjaminan.

ARTINYA DALAM RENTANG YANG PANJANG ITU TUGAS DAN PERAN JAMKRINDO SUDAH BERADA DI JALUR YANG TEPAT?

Penilaian apakah Jamkrindo sudah tepat  menjalankan misinya kami serahkan kepada masyarakat dan tentunya juga kepada pemerintah sebagai stakeholder yang mengawasi perusahaan ini. Yang pasti, tahun ini kami mendapat kado manis dengan terbitnya UU No 1 Tahun 2016 Tentang Penjaminan dan PP Nomor 1 Tahun 2016  yang menunjuk Jamkrindo sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang. UU No 1 Tahun 2016 tidak hanya merupakan payung hukum,  juga memberi kepercayaan kepada Jamkrindo menjalankan usaha yang lebih jelas dan tegas.

BAGAIMANA DENGAN KINERJA JAMKRINDO SAAT INI?

Kinerja senantiasa kami jaga dengan baik melalui peningkatan jumlah Kantor Pelayanan maupun perluasan program yang menyentuh segenap pelaku UMKM. Program Pemerintah yang dilayani Jamkrindo antara lain Kredit Usaha Rakyat, Kredit Ketahanan Pangan dan Energi, Kredit Usaha Pembibitan Sapi, dan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan. Selain itu, Jamkrindo memberikan penjaminan kredit dan pembiayaan lainnya, seperti kredit dan pembiayaan mikro, infrastruktur, konstruksi, pengadaan barang jasa, dan penjaminan sistem resi gudang.

Ke depan, kami berencana memberikan jaminan pada bisnis perusahaan rintisan atau startup yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan bagus.

TARGET PENCAPAIAN TAHUN INI?

Managemen Jamkrindo optimistis pencapaian nilai penjaminan tahun ini sebesar Rp 115 triliun dengan Rp50 triliun di antaranya penjaminan KUR dan selebihnya Rp 65 triliun untuk non-KUR. Kapasitas penjaminan yang bisa kami berikan bisa mencapai Rp385 triliun. Hingga Agustus 2016 pencapaian laba sudah mencapai Rp 479,4 miliar atau lebih dari 50% dari  target 2016 sebesar Rp 754,6 miliar.

SEKTOR APA SAJA YANG BERKONTRIBUSI BESAR BAGI PERUSAHAAN?

Bisnis Jamkrindo saat ini di bidang Penjaminan Kredit baik konvensional maupun syariah. Keuntungan terbesar adalah imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang pada tahun 2013 dan 2014, berurut-turut menghasilkan Rp1,3 triliun dan Rp1,4 triliun. Sedangkan pada tahun 2015 bisnis penjaminan KUR tidak lagi menduduki urutan pertama dalam penyumbang IJP terbesar, jumlah penyumbang IJP pada tahun 2015 terbesar adalah bisnis penjaminan kredit mikro dengan jumlah pendapatan IJP sebesar Rp 448 miliar dan bisnis kredit multiguna berkontribusi dalam volume penjaminan terbesar pada tahun 2015 sebesar Rp 17 triliun.

BAGAIMANA DENGAN SISTEM RESI GUDANG YANG JUGA BAKAL JADI ANDALAN BISNIS JAMKRINDO? 

Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan pengembangan produk dan bersifat penugasan dari pemerintah. Kami sudah menyiapkan divisi khusus untuk lebih fokus. Mengacu pada aturan, SRG akan beroperasi penuh setelah PMN dari Pemerintah sudah turun. Namun karena perlu persiapan teknis dan profesional, koordinasi secara intensif dengan BAPPEBTI, Jamkrindo diminta menyiapkan infrastruktur dan ketentuan terkait pelaksanaan SRG seperti Peraturan Tata Tertib, Standars Operating Procedure, dan petunjuk teknis lainnya. Semua ini on progress secara ketat dan dimonitor oleh manajemen.

MENURUT ANDA APAKAH  PROSPEK CUKUP MENJANJIKAN? 

Potensi jumlah gudang saat ini sebanyak 166 unit, menjadi peluang bisnis yang sangat besar bagi Jamkrindo, Rata-rata kapasitas penyimpanan Gudang maksimal sebesar 1.500 ton. Dalam kurun waktu tujuh tahun (2008 – 2015), secara nasional total penerbitan Sistem Resi Gudang yang dihasilkan sebesar Rp 461,27 miliar (rata-rata sebesar Rp 65,9 miliar per tahun). Dari jumlah tersebut, total nilai Resi Gudang yang diagunkan sebesar Rp278,28 miliar (rata-rata sebesar Rp39,8 miliar per tahun). Dengan adanya Perum Jamkrindo sebagai Penjaminan SRG akan berperan besar terhadap pemulihan kepercayaan semua pihak kepada SRG, pada akhirnya Perum Jamkrindo senantiasa memberikan layanan terbaik sebagai wujud nyata dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.

TEROBOSAN APA SAJA YANG AKAN ANDA LAKUKAN GUNA MEMAKSIMALKAN PERAN JAMKRINDO ? 

Dalam jangka pendek kami akan meningkatkan jumlah Mobil Layanan Penjaminan, Gerai Surethysip, Self Service Suretybond dan lain-lain. Adapun terobosan Jangka Panjang dalam rangka pencapaian target sesuai RJPP secara transformatif yang di dalamnya terdapat Roadmap Perusahaan, yaitu kepada insan Jamkrindo secara komit, konsiten melaksankan sesuai waktu yang sudah ditetapkan, keberlanjutan pengendalian dan evaluasi secara pro-aktif serta penguatan dan internalisasi budaya perusahaan secara terus-menerus.

DALAM KONTEKS  MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR GLOBAL, APAKAH ADA KIAT KHUSUS?

Kata kunci untuk menghadapi persaingan pasar itu adalah peningkatan kualitas SDM yang secara terus menerus dilakukan melalui berbagai pelatihan karyawan berdasar kompetensi. Antara lain, teknikal skill, soft skill dan leadership. Model pengembangan kepemimpinan secara berjenjang, mulai saat karyawan masuk (staf development program), Kepala Seksi, Kepala Bagian, Kepala Cabang, sampai dengan Kepala Divisi.

Share This:

You may also like...