Perum Bulog Impor Beras 500 Ribu Ton

Demi memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, Kementerian Perdagangan mengalokasikan jatah impor beras kepada Perum Bulog. Impor beras jenis premium pun meningkat karena permintaan pasar yang tinggi.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok beras, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan jatah impor beras kepada Perum Bulog.Jatah impor ini dilakukan untuk mengisi stok cadangan beras pemerintah yang terus berkurang karena produksi padi di dalam negeri terganggu dengan bermacam sebab.
Bulog mendapatkan alokasi impor beras sebesar 500 ribu ton yang terdiri dari beras medium dan beras premium. Impor beras medium atau beras dengan tingkat pecah (broken) 25% sebanyak 300.000 ton, sisanya 200.000 ton adalah beras dengan tingkat pecah 5% atau premium.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan sampai sekarang, Bulog baru merealisasikan 50.000 ton jatah impornya. “Impor 50 ribu ton itu sudah ada di gudang Bulog untuk mengantisipasi kekurangan,” kata Lutfi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kini alokasi impor beras premium cukup besar. Hal ini karena permintaan dan kebutuhan beras premium masyarakat Indonesia cukup besar. Sebab, tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin meningkat.
Seperti diketahui, Perum Bulog adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis perusahaan meliputi usaha logistik/pergudangan, survei dan pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan komoditi pangan dan usaha eceran. Sebagai perusahaan yang tetap mengemban tugas publik dari pemerintah, Bulog tetap melakukan kegiatan menjaga Harga Dasar Pembelian untuk gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin (Raskin) dan pengelolaan stok pangan.

Share This:

You may also like...