Penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM tembus Rp 5 Triliun

Total dana bergulir LPDB-KUMKM yang sudah terserap ke kalangan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah per akhir Oktober 2014 sudah lewat dari Rp 5 triliun. Hingga akhir tahun ini, Kemas Danial optimistis target penyaluran dana bergulir bakal terserap seluruhnya.

Dalam berbagai dialog dan perbincangan dengan media massa, Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial acapkali menegaskan bahwa keberhasilan lembaganya menyalurkan dana bergulir tidak dicapai dengan mudah. Melainkan lewat pertaruhan nama baik, kesabaran dan keyakinan dalam memahami kondisi pasar atau mitra usaha. “Kalau hanya menyalurkan dananya sih gampang, masalahnya apakah dana tersebut bisa kembali. Nah, disinilah tugas berat yang kami hadapi untuk menelisik apakah mitra usaha penerima pinjaman pembiayaan dana bergulir itu memang sudah kredibel dan punya garansi mengembalikan dana bergulir,” tukas Kemas Danial beberapa waktu lalu kepada pers. Intinya adalah menjaga prinsip kehati-hatian yang selama ini dipegang teguh oleh segenappengelola LPDB. Dengan prinsip kehati-hatian itu pula, sejak lembaga ini mulai menyalurkan dana bergulir pada 2008 pengembaliannya relatif lancar dengan angka kredit bermasalah hanya di bawah 1%.

 

Pengembalian dana bergulir menjadi sangat penting artinya bagi LPDB, karena hanya dengan terjadinya perguliran dana pinjaman maka porsi pembiayaan kepada KUMKM akan semakin besar. Apalagi jumlah usaha mikro kecil di negeri ini sudah kelewat besar yaitu mencapai 56 juta unit. Dengan pagu pembiayaan dana bergulir LPDB yang pada tahun 2014 hanya sebesar Rp 2,650 triliun, maka besaran angka tersebut jelas masih jauh dari harapan mengatasi permodalan KUMKM.

 

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Khusus, LPDB memang di-setting untuk tugas khusus, yaitu membantu pembiayaan KUMKM yang sudah mempunyai usaha layak namun masih belum tersentuh perbankan (feasible but unbankable).

Share This: