PENINGKATAN ANGGOTA DONGKRAK PERMODALAN KMM

Tingginya minat masyarakat untuk menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri berimplikasi positif terhadap tingkat permodalan. Tahun ini anggota ditargetkan tumbuh 88% atau 60.000 orang dengan penyaluran pinjaman Rp 570 miliar.

Koperasi sukses jika didukung oleh partisipasi anggota yang tinggi terutama dari aspek permodalan. Kenaikan signifikan 187% anggota Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) membuat pengurus koperasi ini semakin ‘pede’ mematok target lebih besar di tahun 2019. Seperti dikatakan Ketua KMM Tumbur Naibaho, pihaknya siap melakukan ekspansi penambahan kantor hingga 125 unit atau naik 17% dari jumlah kantor cabang yang ada saat ini 107 unit.

“Rencana kerja dan anggaran tahun 2019 kami susun dengan pola bottom up concept, tetap mengutamakan pelayanan dan kesejahteraan yang lebih baik kepada anggota dan peningkatan bisnis yang profit oriented,” ujar Tumbur.

Dia optimistis kondisi perekonomian ke depan cukup baik, kondusif dan stabil, sehingga berdampak posiitf bagi pertumbuhan usaha KMM. Memang tak dipungkiri bahwa pengaruh ekonomi global masih akan mengancam. Namun, lanjut Tumbur, hal itu justru momentum untuk mengubah ancaman menjadi peluang.

“Di tengah ketidakpastian pasar itu, kami justru memperhebat penambahan kantor cabang potensial di sejumlah daerah, karena kami memandang positif ancaman itu sebagai peluang,” timpalnya lagi. Tumbur memang serius mengembangkan KMM sebagai pelaku usaha koperasi disegani di Tanah Air. Lima tahun ke depan, ia ingin catatkan aset dan volume usaha KMM di kisaran satu triliun rupiah. (Irm)

Share This:

You may also like...