Penikmat Kopi Yang Mahir Menilai

Kecintaan pada profesi dan hobi ngopi diwujudkan Pung dalam  Kopi Penilai, merek yang dibesutnya sendiri. Penilai Publik yang andal dan terpercaya ini senantiasa bersyukur atas seluruh pencapaiannya.

BUKAN ilmu arsitek-latar akademiknya-yang membesarkan nama Pung S. Zulkarnain. Justru ia lebih dikenal sebagai penilai publik yang andal dan terpercaya.  Mengutip istilah Pung, lelaki berdarah Sunda kelahiran 1 September, “Manusia merencanakan namun Tuhan jua yang menentukan”.

Ketertarikan Pung, pria penggemar kopi itu pada profesi penilai publik sebenarnya tidak disengaja. Bermula saat ia bekerja di perusahaan jasa penilai publik milik keluarga besarnya. Pung kerap ditugasi ke berbagai daerah untuk membantu bisnis perusahaan tersebut. Selama bekerja sebagai staf, ia merasa senang. “Bisa menyalurkan hobi jalan-jalan dan mendapatkan gaji,” ujarnya.

Singkat kata, Pung, bapak dari dua anak ini pun terus menimba ilmu penilai publik. Program sertifikasi jasa penilai publik pun ditempuh dan berhasil diperolehnya pada 2000. Langkah Pung semakin mantap untuk mendulang rezeki dari lahan tersebut. Ia pun memutuskan untuk usaha secara mandiri. Milestone pertamanya adalah mengambil alih PT Bahana Appraisindo pada 2004. Langkah itu dinilainya penting karena perusahaan tersebut telah lama beroperasi yaitu pada 1990.

Perlahan namun pasti satu per satu klien mulai datang dan memberi kepercayaan padanya untuk menilai aset, konsultansi, dan lainnya yang terkait dengan jasa penilai publik.  Kini, kantornya termasuk dalam 10 besar KJPP berdasarkan penilaian dari Kementerian Keuangan RI. “Bekerja sungguh-sungguh, baik dan senantiasa bersyukur,” ujar Pung, memberi bocoran suksesnya.

Sebagai pimpinan, Pung selalu memotivasi dan berpikir positif terhadap karyawannya. Ini ditunjukkan dengan komitmen untuk terus meningkatkan pendidikan dan keahlian mereka. Ia tidak khawatir jika suatu saat ada yang keluar dan bersaing dengan perusahaannya. Jurus ini terbukti karena sebagian besar karyawan sangat loyal terhadap kantornya.

Meski sudah menjadi perusahaan besar, ia tidak lantas berpuas diri. Buktinya, Pung masih rajin memasarkan perusahaannya dan mengembangkan jaringan. Ia  aktif dalam berbagai komunitas bisnis seperti Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), INKINDO dan KADIN. Selain itu, ia juga rajin mengajak ngopi rekan maupun koleganya. Untuk urusan kopi, Pung terbilang penggemar kelas berat. Bahkan ia menciptakan merek kopi sendiri yakni KOPI PENILAI. “Diplomasi kopi untuk membangun kehangatan komunikasi sekaligus jualan,” pungkasnya.  (Kur)

Share This:

You may also like...