Peneliti Sarankan Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Produksi Petani Garam

Ilustrasi-Foto: Medcom

JAKARTA—-Pemerintah sebaiknya mengupayakan berbagai kegiatan untuk peningkatan kapasitas produksi petani garam agar produksi garam lokal dapat memenuhi kebutuhan industri hingga pasar mereka semakin luas dan tidak hanya garam untuk konsumsi.

Demikian diusulkan Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/7).

“Meningkatkan keterampilan produksi para petani garam adalah salah satu cara membenahi permasalahan komoditas garam mulai dari hulu,”  ujar Galuh.

Selama ini kebutuhan garam industri dipenuhi melalui impor, karena belum mampunya para petani garam lokal untuk memenuhi kebutuhan industri.  Harga garam lokal juga relatif lebih mahal dibandingkan garam impor.

 “Kualitasnya juga masih berada di bawah garam impor. Garam industri harus harus memenuhi ketentuan tertentu yang dibutuhkan industri,” papar Galuh.

Kegiatan-kegiatan yang dimaksud antara lain adalah mengenalkan teknologi bercocok tanam secara teori maupun praktik, pelibatan iptek dan membuka kesempatan kepada para petani untuk belajar langsung ke negara-negara produsen garam besar di dunia.

“Pemerintah juga seharusnya bisa memaksimalkan peran penyuluh pertanian supaya mereka bisa memberikan pendampingan kepada para petani,” pungkasnya.

Share This:

You may also like...