Peneliti Indef Nilai Pemindahan Ibu Kota Tidak Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Diskusi publik Indef Pemindahan Ibu Kota-Foto: Irvan Sjafari

JAKARTA—Tim Peneliti Institute For Development Of Economics and Finance (Indef) merilis hasil kajiannya tentang wacana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan.  Penelitian menyimpukan pemindahan ibu kota tidak berdampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional, maupun PDB (Produk Domestik Bruto),

Salah seorang anggota tim peneliti Rizal Taufikurahman mengatakan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional 0 persen. Meskipun demikian dampak terhadap PDRB (produk domestik regional bruto) Provinsi Kaltim sendiri sebesar 0,24 persen.   Sementara jika dipindahkan ke Kalteng, maka PDRP-nya bagi provinsi itu 1, 77%.

Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah jumlah sektor mendorong beberapa sektor yang tidak berbasis sumber daya alam, seperti pada sektor adminintrasi, pertahanan, angkutan udara, pendidikan, kesehatan, tetapi  tidak bagi sektor  produktif dan yang punya efek ganda dan berbasis sumber daya alam. 

“Hal yang sama terjadi kalau ibu kota dipindahkan ke Kalimantan Timur,” ujar Rizal dalam diskusi publik di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (23/8/19).

Dari segi penyerapan tenaga kerja, pemindahan ibu kota ke Kalteng hanya berdampak pada Provinsi Kalbar tidak pada provinsi lain. Demikian juga kalau ibu kota dipindahkan ke Kaltim, maka dampaknya pada Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

Indef  merekomendasikan Pemerintah meninjau ulang pemindahan ibu kota. Kalau pun mau dipindahkan sebaiknya dilakukan dalam kondisi ekonomi sedang mapan dan stabil, di mana produktivitas industri atau sektor tradable good berbasis sumber daya sedang tumbuh baik dan secara signifikan mendorong nilai tambah dan multifier effect yang tinggi, baik level regional maupun nasional (Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...