Peneliti CIPS Ingatkan Pemerintah Waspada Terhadap Surplus Neraca Perdagangan 

 

Ilustrasi-Foto: Sindonews.

JAKARTA-— Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Putu Rusta Adijaya mengingatkan pemerintah mewaspadai surplus neraca perdagangan. Salah satu indikatornya adalah menurunnya jumlah impor, terutama impor bahan baku dan penolong.

“Adanya proyeksi pelambatan ekonomi di China dan juga perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat tentu menjadi faktor pendorong yang sangat kuat,” ujar Rusta dalam keterangan persnya , Selasa (19/3/2019).

Menurut  Rusta  pelambatan ini terjadi karena adanya penurunan permintaan dari mereka. Padahal ekspor merupakan sumber pertumbuhan ekonomi terbesar China.

“Sebagai salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia, segala kebijakan yang diambil oleh Amerika Serikat akan sangat memengaruhi Indonesia,”  kata dia.

Ungkap dia di bawah pemerintahan Donald Trump, Amerika terus menggencarkan ekspor di sektor migas da mengurangi impor migas dari negara lain, termasuk Indonesia.

Sementara itu akibat perang dagang, hubungan Amerika dengan China belum membuahkan kepastian angka surplus.

“Ketidakpastian global ini seharusnya mendorong kita untuk bisa mencari pasar ekspor lain untuk ekspor migas,” terang Rusta.

Pemerintah sebaiknya mengintensifkan berbagai upaya untuk kembali meningkatkan nilai ekspor dalam negeri. Salah satunya melalui diversifikasi pasar ekspor. sudah seharusnya kembali melihat potensi absolute advantage dan comparative advantage agar dapat melakukan diversifikasi ekspor.

Diversifikasi ekspor ke negara tujuan non-tradisional dapat dilakukan dengan memberikan insentif bagi eksportir.

Selain itu, pemerintah sebaiknya juga memperhatikan potensi capital outflow yang masih cukup rawan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Potensi capital outflow dapat memengaruhi kondisi nilai tukar Rupiah yang pada akhirnya dapat berdampak pada performa ekspor dan impor.

Untuk itu pemerintah seharusnya melakukan pencegahan supaya modal tidak keluar dari Indonesia, salah satunya melalui kebijakan yang pro investasi.

“Perdagangan internasional merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menjaga supply dan demand di dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia sudah seharusnya memitigasi pelambatan ekonomi global ini dengan memanfaatkan produksi di dalam negeri dan juga pendiversifikasian ekspor,” pungkas Rusta.

 

Share This:

Next Post

Pasar Panorama Lembang Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata

Rab Mar 20 , 2019
LEMBANG—-Bupati  Bandung Barat Aa Umbara Sutisna  meresmikan  Pasar Panorama Lembang, Selasa (19/3/2019). Pemkab Bandung Barat memproyeksikan  pasar tradisional semi  modern ini  menjadi pasar wisata pada 2020. Pasar ini akan menjadi pusat oleh-oleh berupa produk-produk buatan warga Bandung Barat. “Kami menambahkan bangunan untuk gedung Dekranasda dan pusat oleh-oleh serta kerajinan, akan menjadikan […]