Pemkab Banyuwangi-PT Perkebunan Nusantara XII Berdayakan UMKM Olahan Cokelat

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

BANYUWANGI—Kabupaten Banyuwangi  adalah  salah satu daerah di Indonesia menjadi penghasil cokelat terbaik dunia, Kakao dari Banyuwangi, sebagai bahan baku cokelat, telah rutin dikirim ke sejumlah negara, mulai dari Jepang, Jerman, Prancis, Italia, Amerika Serikat, Malaysia,  Singapura, dan negara lainnya

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada 2019, kabupaten ini memproduksi 482 ton kakao dan 2020 sebesar 443 ton kakao.  Sebagian besar untuk kebutuhan ekspor. Kini, perkebunan di Banyuwangi dioptimalkan untuk untuk kebutuhan UMKM olahan cokelat.

Kebijakan ini merupakan upaya Pemkab Banyuwangi mendorong pemulihan ekonomi daerah dari dampak pandemi Covid-19 terus dilakukan. Fokus sasaran ditujukan ke warga sekitar perkebunan dan UMKM olahan cokelat. Pemkab Banyuwangi pun memperkuat kolaborasi denngan PT Perkebunan Nusantara XII.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kolaborasi dengan PTPN XII dilakukan untuk mendorong pemberdayaan warga sekitar perkebunan dan UMKM olahan cokelat sebagai mitra dari PTPN XII dalam mengembangkan komoditas tersebut di Banyuwangi. 

”Warga yang mengelola perkebunan rakyat harus terus diberdayakan. Juga UMKM-UMKM olahan cokelat. Pemulihan ekonomi jika kita kerjakan bareng-bareng pasti lebih mudah dan cepat. PTPN XII sebagai bagian dari keluarga besar BUMN saya yakin bisa menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi Banyuwangi,” kata Ipuk, Selasa (6/4/21). 

Ipuk telah bertemu dengan Direktur Utama PTPN XII Siwi Peni dalam Festival Doesoen Kakao yang digelar akhir pekan lalu. Doesoen Kakao merupakan destinasi ”rumah coklat” yang berada di Perkebunan Kendeng Lembu, Glenmore, Banyuwangi.

 Ipuk mengapresiasi kini mulai tumbuh UMKM olahan cokelat. Ini terlihat dari berbagai olahan cokelat baik minuman maupun makanan yang tersaji di berbagai pusat oleh-oleh maupun di sekitar destinasi wisata. 

“Promosi kita terus berjalan. Ke depan juga diharapkan ada kreasi-kreasi baru dari produk berbahan cokelat Banyuwangi,” kata Ipuk.

Festival Doesoen Kakao sendiri dimeriahkan berbagai acara, seperti ajang bersepeda menyusuri kebun kakao milik PTPN XII dan lomba Tari Gandrung. Selain itu, puluhan pelaku UMKM menyuguhkan kuliner berbahan dasar cokelat.

Direktur PTPN XII, Siwi Peni, mengatakan pihaknya siap mendukung pemberdayaan masyarakat Banyuwangi sebagai bagian pemulihan ekonomi lokal. 

 “Termasuk dari sisi pariwisata, kami sangat mendukung. Mulai sekarang kita harus mempersiapkan diri. Terlebih pasca pandemi ke depan, masyarakat diperkirakan akan berbondong-bondong ke tempat wisata setelah berlama-lama di rumah saja. Nah, persiapan itu harus dimulai dari sekarang dan sematang mungkin,” ujarnya.

Peni lalu membeberkan rencana pengembangan titik-titik wisata baru di area PTPN XII. Dia optimistis potensi kawasan perkebunan di Banyuwangi bisa menjadi destinasi yang menarik. Salah satunya, dia menyebut opsi taman bunga untuk dikembangkan di kawasan Selatan Banyuwangi tersebut

Bagikan ke:

One Comment on “Pemkab Banyuwangi-PT Perkebunan Nusantara XII Berdayakan UMKM Olahan Cokelat”

  1. I do trust all the concepts you’ve presented to your post.
    They’re really convincing and will definitely work.
    Nonetheless, the posts are very short for newbies. May just
    you please lengthen them a bit from subsequent time? Thank
    you for the post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *