Pemimpin Lokal Kualitas Global

NAMA Romanus Woga atau biasa disapa Romi sudah tidak asing lagi dalam gerakan Kopdit Indonesia. Tercatat Romi yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Sikka Nusa Tenggara Timur pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Kopdit tingkat Asia selama dua periode.

Jam terbang yang tinggi, relasi internasional yang luas serta rekam jejaknya yang jelas menjadikan ia layak disebut sesepuh kopdit di Tanah Air.

Kesuksesan Romi tidak dibangun dalam satu malam, melainkan melalui proses yang panjang. Menurutnya, salah satu kunci suksesnya adalah banyak membaca. Romanus Woga, Wakil Bupati Sikka Pemimpin Lokal Kualitas Global Sejak muda ia rajin membaca berbagai buku, majalah dan koran.

Dalam urusan membaca dan memimpin Romi punya kisah tersendiri. “Saat menjadi Wapres Kopdit tingkat Asia, saya berkesempatan mengunjungi perpustakaan sebuah universitas di Thailand.

Di pintu masuknya, tertera tulisan yang artinya hari ini membaca, esok memimpin. Dan itu saya alami sendiri sekarang,” ujar Wabup Sikka ini. Meski tidak pernah menginjak bangku kuliah karena hanya lulusan SMEA, namun semangatnya untuk membaca tidak pernah padam.

Bahkan disela-sela kesibukannya memimpin daerah, ia masih menyempatkan diri untuk membaca. Romi mengakui, terpilihnya ia sebagai Wapres Kopdit tingkat Asia tidak lepas dari kesungguhan dan wawasannya yang luas serta kemampuan menguasai bahasa Inggris.

Seperti kata pepatah, buku adalah jendela dunia. Berkat kegemarannya membaca, Romi pun sudah melanglang buana dan pernah mengikuti forum pemimpin kopdit dunia di Colorado Amerika Serikat. Faktor pengalaman yang dipadu dengan posisinya sebagai Wabup menjadikan kopdit di NTT semakin maju.

Padahal, ketika masa awal pendirian Kopdit ada temannya yang meragukan bahwa kopdit bisa berkembang. Alasannya, NTT merupakan daerah yang miskin sehingga tidak mungkin bisa menabung. Keraguan itu tidak membuat semangat Romi luntur.

Bahkan semakin termotivasi untuk mengembangkan Kopdit. Kini, keraguan itu sirna dan bahkan kopdit NTT berhasil menjadi jawara dalam gerakan kopdit se-Indonesia. Selanjutnya, agenda bersama Kopdit NTT adalah menyukseskan spin off (pemisahan) antara layanan simpan pinjam dengan kegiatan usaha di sektor riil sesuai arahan Gubernur NTT.

“Spin off merupakan jalan keluar bagi kopdit agar semakin berkembang dengan tidak melanggar peraturan yang berlaku,” ujar Romi. Dengan spin off maka harapan ke depan setiap Kopdit di NTT memiliki satu produk unggul atau one coop one product seperti ditemui di koperasi￾koperasi di Thailand.

Dengan dukungan penuh dari pemimpin sekaliber Romi, rasanya bukan hal yang tidak mungkin untuk merealisasikan hal tersebut. (Kur)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *