Pemerintah Targetkan Pembangunan Jalan Tol 4,4 Ribu Kilometer hingga 2024

Ilustrasi-Foto: Otodriver

JAKARTA—-Pembangunan infrastruktur seperti jaringan jalan tetap jadi prioritas pemerintah dalam agenda pembangunan 2020 hingga 2024. Baik pembangunan jalan tol maupun non tol dengan tujuan meningkatkan konektivitas. Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol yang ditargetkan mencapai 4.479,33 kilometer hingga 2024.

Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ketika menjadi pembicara dalam Forum Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangas) 2019 di Jakarta, Kamis (9/5). 

“Infrastruktur dibangun guna meningkatkan daya saing nasional. Keberadaan jalan tol maupun nontol, pelabuhan maupun infrastruktur dapat mendorong turunnya  biaya logistik yang selama ini menjadi kendala pengembangan usaha Indonesia,”  kata Basuki.

Buktinya keberadaan tol Trans Jawa membuka peluang baru dan meningkatkan efisiensi bagi pelaku usaha. Salah satunya bagi pelaku pemasok bahan kebutuhan industri di Klaten yang dapat mengirimkan produknya lebih cepat ke Cikarang. 

Selain itu, usaha transportasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga ikut tumbuh. Sebab, waktu tempuh antar kota semakin singkat. Basuki juga menjelaskan,  pemerintah tidak akan mengabaikan jalan arteri. “Sekarang, jalur arteri Pantura sudah lebih baik,” cetus dia.

Dalam pembangunan infrastruktur yang baru, Kementerian PUPR menggandeng Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Misalnya saja untuk pembangunan di daerah Sumatera yang akan dikaitkan dengan antisipasi bencana alam seperti jalur evakuasi dan shelter tsunami. 

Kementerian PUPR juga bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) untuk mengembangkan jalan perkebunan rakyat di Bengkulu. Kondisi jalanan yang masih rusak menyebabkan cost petani sawit masih tinggi.

Sebelumnya, dalam acara yang sama Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar infrastruktur jalan tol yang sudah dibangun segera disambungkan dengan titik-titik industri. Tanpa koneksi tersebut, daerah-daerah tidak dapat menikmati pertumbuhan ekonomi. 

“Tidak hanya kawasan industri,koneksi juga dilakukan antara jalan tol dengan tempat wisata, sentra industri kecil dan pusat produksi. Baik pertanian ataupun perkebunan,” papar Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia tidak dapat bermimpi untuk masuk dalam lima besar negara ekonomi dunia. Sebab, pemerataan infrastruktur menjadi kunci untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

Share This:

You may also like...