Pembiayaan Vaksinasi Covid-19 Tergantung Uang Pajak 339

PEMBIAYAAN vaksinasi Covid-19 untuk 185 juta penduduk diperkirakan butuh anggaran sedikitnya Rp58 triliun. Uang pajak menjadi tumpuan utama untuk mendanai kebutuhan anggaran tersebut. “Uang pajak akan digunakan untuk membeli vaksin yang saat ini harus kita impor, dan nanti mengadakan vaksin yang kita produksi di dalam negeri,” ujar Wakil Menkeu, Suahasil Nazara. 

Vaksinasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat terlindungi dari Covid-19 sehingga kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan. Penyebaran Covid-19 membuat pemerintah harus mengambil tindakan dengan membatasi kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus. Pembatasan ini memukul perekonomian, yang pada tahun lalu terkontraksi 2,07%.

Karena itu, pemerintah tak hanya memanfaatkan pajak untuk membiayai berbagai kebutuhan belanja negara yang mencapai Rp2.750 triliun pada tahun ini. Pajak memiliki peran tambahan untuk mendukung wajib pajak yang tengah kesulitan akibat kontraksi ekonomi. Pemerintah memberi relaksasi dengan mengurangi pembayaran PPh pasal 21, 22 impor, restitusi pajak pertambahan nilai yang dipercepat, juga insentif-insentif pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah. Pada 2020, jumlah insentif yang diberikan Rp56 triliun.

Penerimaan pajak tahun ini ditargetkan Rp1.229,6 triliun. Pajak menjadi andalan untuk membiayai belanja negara yang mencapai Rp2.750 triliun pada tahun ini. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Desa Nugraha, menyebut bahwa vaksinasi butuh anggaran Rp58,18 triliun. Tidak hanya untuk pembelian vaksin, tetapi distribusi dan pelaksanaan vaksinasi. “Satu orang divaksin dua kali sehingga butuh 360 juta dosis. Dengan perhitungan sekitar 10% vaksin yang rusak atau hilang, kami memerlukan 426,8 juta dosis vaksin,” katanya.

Sebagian besar penerimaan negara sejauh  ini masih berasal dari pajak. Dengan demikian, anggaran vaksinasi  otomatis turut dibiayai oleh pajak. “Ini yang kami lakukan tahun ini, meski vaksinasi kemungkinan masih akan dilakukan pada 2022,” katanya.  Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia, menyatakan bahwa penyediaan 420,6 juta dosis vaksin menjadi tantangan yang berat di tengah keterbatasan vaksin di tingkat global. Namun, pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan program vaksinasi dalam satu tahun.

Saat ini, sudah ada 5,7 juta orang sudah disuntik vaksin dosis pertama dan 2,4 juta orang sudah dapat suntikan vaksin kedua. “Kita masuk dalam delapan besar negara yang berkomitmen untuk memberikan vaksin,” ujar Suahasil Nazara.●

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *