Pembiayaan Syariah Kini Satu Pintu

SETELAH tujuh bulan menggodok format syariah yang tepat untuk pembiayaan dana bergulir, Kementerian Koperasi dan UKM akhirnya menyetujui berdirinya Direktorat Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM. Kehadirannya dimaksudkan untuk menjawab tuntutan masyarakat yang belakangan mulai banyak beralih kepada pola pembiayaan syariah ketimbang konvensional.

Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan agar direktorat yang baru ini segera bekerja guna mengejar tenggat waktu yang hanya tinggal lima bulan kedepan. “Kepada Saudara diminta melakukan berbagai langkagh percepatan untuk

menggerakkan organisasi yang baru terbentuk ini,” ujarnya saat melantik Jaenal Aripin sebagai Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Rabu (2/8/17) di Jakarta. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM Nomor: 22/Kep/M.KUKM/VII/2017, tentang Pengangkatan Direktur Pembiayaan Syariah pada LPDB-KUMKM. Hadir pada kesempatan itu jajaran direksi LPDB antara lain Dirut Kemas Danial, Direktur Umum dan Hukum Sutowo, Direktur Pengembangan Usaha Adi Trisnojuwono,dan Direktur Keuangan Fitri Renaldi. Dari jajaran Kementerian & UKM tampak Deputi Pembiayaan Braman Setyo serta Kepala Biro Umum Hardiyanto.

Pengukuhan Jaenal Aripin sekaligus menjawab wacana yang sejak tujuh bukan terakhir bergulir. Sebelumnya, pada Januari awal tahun ini, Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial menyampaikan kepada pers bahwa lembaganya segera membentuk direktorat baru bidang pembiayaan syariah.

Direktorat itu nantinya khusus menangani pengajuan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah. Pertimbangan lainnya,  perkembangan ekonomi syariah cukup bagus. Industri syariah tumbuh 30 persen. Sedangkan akumulasi pembiayaan dana bergulir pola syariah di LPDB mencapai Rp1,48 triliun atau 18,31 persen dari total penyaluran dana bergulir LPDB.

Seusai pelantikan direktorat baru ini, Kemas Danial mengatakan  segera membuat petunjuk teknis pelaksanaan (Juknis). Dalam tempo dua bulan ke depan juknis direktorat ini diharapkan efektif berjalan. Setidaknya juknis tersebut sudah bisa memilah pola pembiayaan antara syariah dan konvensional yang sebelumnya masih berada di satu pintu.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Jaenal Aripin mengatakan segera tancap gas guna menyelesaikan tugas penyaluran dana bergulir pola syariah yang pagu pembiayaannya untuk 2017 ini sebesar Rp600 miliar.

Selain membentuk jajaran kerja, langkah mendesak akan dilakukan adalah konsolidasi internal untuk menyiapkan juknis sebagaimana yang diinginkan Kemas Danial. Sedangkan konsolidasi eksternal dengan mengajak kerja sama Lembaga Keuangan Syariah yang sudah ada, begitu juga dengan Dewan Syariah Nasional. “Kita juga akan sosialisasi ke dinas, koperasi di daerah agar kita bisa memacu kerja kita dan direktorat syariah ini bisa tersosialisasi secara luas,” ungkap Jaenal.

Menyinggung tenggat waktu penyaluran yang tinggal lima bulan ke depan, mantan Kepala Satuan Pemeriksa Internal LPDB ini mengatakan, pihaknya hanya tinggal melanjutkan system yang sudah ada. Karena sebelumnya pola pembiayaan syariah memang sudah berjalan kendati masih bergabung dengan pola konvensional.

Hingga akhir Juli ini, total pembiayaan syariah sudah terserap Rp250 miliar, sisanya ditergetkan selesai akhir tahun ini.

“Pokoknya, kami akan speed up industri keuangan syariah di daerah supaya bisa memanfaatkan dana LPDB, sehingga penyerapan bisa optimal. Kita optimis,” pungkasnya.   (Ira)

Share This:

You may also like...