Pembatasan Koperasi Retail Dievaluasi

Munculnya sejumlah regulasi yang membatasi perkembangan koperasi retail di sejumlah daerah tidak bisa dibenarkan. Tindakan tersebut sangat tidak pro ekonomi rakyat terutama ke koperasi yang sudah cukup lama distempel sebagai kelas ekonomi pinggiran. Pernyataan itu mengemuka saat Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berkunjung ke SB Mart, anak perusahaan Koperasi Sejahtera Bersama KSB) awal November lalu di Parung, Bogor.   “Tidak benar jika koperasi retail dibatasi karena kalsifikasinya dianggap modern, ” ujarnya kepada pers.

Meskipun regulasi itu adanya di pemerintah kota dan kapubaten bahkan provinsi, Puspayoga berjanji akan melakukan koordinasi dengan para gubernur, walikota, dan bupati. Dalam koordinasi itu, diupayakan agar regulasi dievaluasi kembali. Sehingga koperasi-koperasi sejenis bisa bersaing dengan ritel-ritel modern lain. Selain meninjau SB Mart yang sudah mempunyai sekitar 150 gerai di seantero Jawa Barat, Puspayoga juga meninjau gudang pengadaan barang milik KSB di Parung yang infrastrukturnya sudah boleh dibilang maju dan modern. Dia menyayangkan SB Mart yang sudah memiliki fasilitas yang sudah lengkap itu tidak bisa berkembang lebih besar karena regulasi yang kurang adil.

Untung tidak semua daerah melakukan penjegalan usaha terhadap koperasi ritel. Buktinya di Depok, kutip Puspayoga, Walikotanya lebih berpihak. Menyusul terbukanya 90 dari 150 gerai yang ditargetkan di kawasan Jabodetabek atau total seluruh Jawa sebanyak 650 gerai. “Setelah adanya pendataaan ini, saya akan mengajak para kepala daerah untuk meninjau kembali regulasi mereka. Jadi masih ada jalan dari kendala koperasi ritel ini. Kemenkop dan UKM harus membuka jalan itu,” janji Puspayoga.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengawas KSB Iwan Setiawan mengatakan SB Mart sudah dinilai modern karena sudah computerized atau online, sistem jaringan distribusi yang besar, dan sejenisnya. “Ini yang menyebabkan kami disamakan dengan ritel modern kebanyakan yang tidak boleh membuka lagi gerai sesuai aturan pemerintah,” ujarnya.

Share This:

Next Post

Koperasi Sejahtera Bersama Menjaga Amanah Anggota

Kam Des 18 , 2014
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh anggota Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) yang karena loyalitas mereka koperasi ini tetap eksis dan menjadi besar seperti sekarang.” DemIkian ungkapan kegembiraan disampaikan Ketua Pengawas Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) Iwan Setiawan usai menyaksikan penganugerahan KSP Award 2014 dari Kementerian Koperasi dan UKM 18 […]