Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji 2020 Berimbas pada 350 Travel

ilustrasi-Foto: Galamedia.

JAKARTA—Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan tidak akan memberangkatkan jamaah haji untuk tahun 2020 pada  Selasa (2/6/20).  Menteri Agama Fachrul Rozi beralasan, otoritas Arab Saudi  tak kunjung membuka ibadah haji dari negara manapun akibat pandemi Covid-19, hingga Kemenag pun tak punya waktu lagi untuk mempersiapkan penyelenggaraan haji.

Keputusan Kemenag ini berimbas pada 350 biro perjalanan haji dan umrah. Menurut Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu), Fuad H Mansyur,  usaha-usaha ini biasanya memberangkatkan haji khusus.

“Mereka memberangkatkan haji khusus, untuk haji reguler diberangkatkan oleh pemerintah,” ujar Fuad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6/20).

Fuad menyampaikan nilai perputaran uang pada haji khusus tersebut sekitar 200 hingga 300 juta dolar AS. Akibatnya mereka berpotensi mengalami kerugian akibat pembatalan pemberangkatan tersebut.

Lagipula biro perjalanan  haji dan umrah  ini sudah bekerja sama dengan perusahaan yang ada di Arab Saudi dalam jangka waktu hingga 10 tahun.

“Kami memaklumi keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Apalagi hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataannya terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” ucap Fuad.

Dia meminta pemerintah dan asosiasi perjalanan bertemu dan membahas pembatalan pemberangkatan jamaah haji dan dampak yang ditimbulkan.

“Sebelum pemberangkatan haji dibatalkan, biro perjalanan haji dan umrah juga sudah terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini, karena sejak 27 Februari pemberangkatan umrah juga ditangguhkan,” kata dia.

Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494/2020.

Sesuai dengan amanat undang-undang selain persyaratan ekonomi dan fisik, kesehatan dan keselamatan jamaah haji harus diutamakan mulai dari embarkasi, di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air.

Share This: