Para Pengusaha Warteg Juga Sadar Pentingnya Koperasi

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

JAKARTA—–Dengan berhimpun dalam koperasi, maka para pengusaha warung tegal bisa saling membantu, terutama dalam memperoleh bahan pokok.  Demikian yang diyakini Mukroni dan kawan-kawannya ketika mendirikan Koperasi Warung Tegal Nusantara (Kowantara) pada 2011.  Pada waktu pendiriannya anggotanya hanya 35 orang.

“Kami ingin berhimpun agar bisa mendapatkan sembako dengan harga yang ekonomis , menerapkan standar kebersihan warteg, standar makanan yang sehat, kami membuat usaha warteg  punya standar,”  ungkap Mukroni kepada Peluang usai mengikuti sebuah diskusi koperasi di Jakarta, Sabtu lalu.

Kini pada usia yang ke 8, Kowantara sudah mempunyai sekitar seribu anggota se-Jabodetabek. Koperasi ini mempunyai omzet sekitar tiga miliar rupiah.  Untuk menjadi anggota, pengusaha warteg menyetir simpanan pokok Rp1 juta.

Dengan anggota sebanyak itu, maka pelaksanaan RAT dilakukan dengan sistem perwakilan wilayah.  Koperasi ini juga kerap melakukan kegiatan pelatihan agar anggota memahami cara bekerja koperasi.

Menurut Mukroni pihaknya menjalin kerja sama dengan BUMN untuk menyalurkan dana CSR-nya untuk menjadi dana bergulir membantu anggota mengembangkan usahanya.  Setiap anggota bisa meminjam Rp25 juta.  Kowantara sebagai koperasi produsen  memang mempunyai unit simpan pinjam.

“Ke depannya kami menjajaki kerja sama dengan fintech dan e-Commerce. Dengan demikian permudah peminjaman hingga distribusi bahan pokok,” ujar alumni Universitas Brawijaya ini.

Sejumlah pengusaha warteg juga bekerja sama dengan Go Food dan Grab Food. Menurut dia sudah saatnya pengusaha warteg pun memanfaatkan jasa digital. “Saya pun juga menawarkan jasa antar pesanan mellaui telepon,” tutup Mukroni (Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...