Pantai Natsepa, Hunimua, Pintu Kota di Sekitar Ambon Manise

Ambon dan pantai-pantainya nan mempesonapandangan mata memang bukan kisah penemuan baru yang memerlukan ekspose. Keindahannya telah dikenali berabad silam. Di sekitar Kota Ambon saja, ada 4-5 lokasi wisata pantai untuk pengendur syaraf. Warga dan wisatawan pun cukup akrab dengan tempat-tempat tersebut.

Pantai Natsepa

PASIR putih halus, air asin yang jernih, segerombolan ikan kecil meliuk-liuk, langit biru, debur ombak, angin pun bernyanyi iringi tari gemulai nyiur. Di mana? Anda tak keliru jika menebak Ambon. Ya, inilah kota manise. Negeri Seribu Pulau, mutiara, minyak kayu putih, cengkih, pala,  wisata pantai. Ibukota Provinsi Maluku ini sejak abal ke-17 masyhur dengan wisata bahari/pantainya. Tak hanya di kalangan wisatawan lokal, kalangan turis internasional pun cukup mengenalnya.

Sektor wisata pernah menjadi salah satu tulang punggung devisa, seperti Bali. Ambon tak pernah kehilangan pesonanya. Di samping alamnya, Ambon ‘The City of Music’ juga menyimpan banyak peninggalan sejarah sejak masuknya Porto hingga VOC yang menarik untuk dijelalajahi. Keindahan alamnya terhampar luas, sebut saja Pantai Natsepa, Pantai Liang, Pantai Pintu Kota, Pantai Santai, hingga Nusa Pombo, yang kesemuanya menawarkan panorama mengesankan.

Konflik horisontal 1999 lalu sempat memudarkan magnitude Ambon sebagai destinasi wisata. Berkunjung ke daerah itu dianggap tak cukup aman. Padahal, secara turun temurun antarwarga berbeda agama (Musim dan Kristiani) hidup rukun dan saling menghormati berkat ikatan adat yang disebut pela gandong. Kini, pasca konflik, daerah ini bangkit mengepakkan sayap pariwisata yang sempat tertekuk itu. Ditandai dengan kunjungan wisata domestik dan mancanegara yang terus meningkat.

Pantai Natsepa jadi tujuan wisata favorit karena lokasinya hanya 18 km dari kota Ambon. Cukup 15-20 menit dengan kendaraan pribadi. Atau 30 menit dengan transportasi umum, yang beroperasi sejak 04.50 hingga 21.00 WIT. Jaraknya yang dekat itu membuatnya menjadi lokasi favorit penduduk kota Ambon. Di akhir pekan, terlebih di musim liburan, pantai ini dipenuhi keluarga yang membawa anak-anak atau para muda-mudi. Wisatawan yang sedang mengunjungi kota Ambon takkan lupa singgah ke pantai ini.

Pantai landai dan lebar ini dikenal sejak abad ke-17 sebagai tempat berlibur para penjajah Belanda. Pada hari-hari tertentu, pemandangan sekitarnya sangat indah. Antara lain karena sekitar 12 meter dari bibir pantai sering melintas kapal-kapal besar pengangkut kayu gelondongan dari Batu Gong, sebuah tempat pengolahan tripleks di pulau yang tampak di seberang Pantai Natsepa. Selain untuk berenang, di pantai yang berombak rendah ini pengunjung bisa naik perahu sewaan, menikmati pemandangan alam, sekadar menikmati kelapa muda, makan pisang goreng, jagung rebus, wajik atau rujak khas.

Objek wisata Pantai Natsepa terletak di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon. Di pantai ini juga menyediakan berbagai fasilitas, antara lain beberapa shelter untuk menikmati indahnya view pantai dan panorama di Teluk Baguala. Pemandangan alam itu terasa makin maknyus sambil mengudap rujak Natsepa dengan bumbu kacang dan tusuk satenya yang khas. Banyak penjual rujak di pantai ini. Campuran buah-buahan segar yang diiris tipis serta ditaburi bumbu kacang ini patut untuk dinikmati sembari menikmati baik siang hari maupun saat-saat matahari tenggelam.

Soal konsumsi anda tidak perlu khawatir. Ada beberapa restoran yang dapat anda kunjungi di dalam areal wisata pantai ini. Selain rujak, beberapa tenda yang menyuguhkan beberapa makanan khas kota Ambon. Ada pisang, ubi, atau singkong goreng yang diangkat langsung dari penggorengan, manisnya kelapa muda.

Jika jemu dengan hanya berendam dan bermain pasir, anda bisa merasakan sensasi mancing di pantai pasir putih ini.  Bosan memancing di tepi pantai? Anda bisa menyewa perahu dengan tarif Rp20.000 per jam dan merasakan sensasi memancing di laut lepas.Ada juga beberapa alternatif yang disediakan oleh pengelola, yakni snorkling dan diving. Ingin memacu adrenalin? Silahkan rasakan sensasi banana boat. Masih kurang? Silahkan ber-jetski ria. Air laut di tempat wisata ini sangat jernih sehingga Anda bisa melihat ikan bahkan berenang bersama mereka dengan mudah.

Bagaimana soal istirahat? Anda tidak perlu khawatir. Tidak jauh dari pantai natsepa (±200 m) terdapat terdapat Aston Natsepa Resort yang berskala bintang empat dan berada di tepi pantai. Tapi  bila anda khawatir dengan tagihannya, anda dapat mencari penginapan yang harganya relatif ekonomis.

Menjelang malam tiba, jangan dulu buru-buru pulang. Jika Anda mau berjalan kaki sekitar 700 meter dari lokasi wisata—masih di sepanjang pantai—terdapat lokasi penjualan ikan segar yang baru didatangkan para nelayan dari pencarian mereka sepanjang pagi hingga sore hari. Belum ke Ambon jika belum ke pantai Natsepa. Begitulah analogi orang-orang yang pernah berkunjung dan merasakan indahnya pantai ini.

Pantai Hunimua. Lebih popoler disebut dengan Pantai Liang. Terletak di Desa Liang, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah, sekira 13 km dari Pantai Natsepa. Kekhasan pantai ini setara dengan pantai Natsepa. Yaitu air yang super jernih dan pasir putih halus yang memenuhi bibir pantai. Lingkungannya pun benar-benar asri dan hijau. Di sana-sini dengan kokohnya pohon nyiur dan pepohonan khas daerah pesisir, yang menghasilkan kontras serasi dengan permadani pasir pantainya. Hembusan angin sepoi-sepoi bakal membuai anda hingga betah dan enggan beranjak pulang.

Hebatnya, Pantai Hunimua yang berjarak 40 km dari pusat kota Ambon dengan biaya masuk Rp15.000 ini pernah dinobatkan oleh PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1991. Itu berdasarkan hasil penelitian Badan PBB yang mengurusi pembangunan global (UNDP) pada 1990. Pantai ini terpilih karena memiliki panorama bawah laut yang sangat memikat. Pantai Liang atau Hunimua berhasil mengalahkan keelokan pantai Bunaken pada saat penilaian yang dilakukan oleh badan PBB saat itu.

Hamparan pasir putih dipadu dengan air jernih kebiruan yang membuat Anda tak pernah bosan menikmati keindahannya. Ombak di pantai ini tidak terlalu besar sehingga cocok untuk bermain air. Anda bisa berjemur di pasirnya yang landai. Deretan pohon rindang yang berjajar di tepi pantai jadi tempat berteduh sambil menikmati kuliner setempat. Kabarnya, pihak Jepang pernah jatuh hati dan sangat terpikat. Mereka berniat menanamkan investasi guna perkembangan pariwisata. Namun, karena sengketa tanah antara penduduk tidak bisa diselesaikan, pihak investor berpaling mengalihkan perhatian ke Bunaken.

Pantai Pintu Kota Pantai ini menjadi ikon sekaligus tempat wisata di Ambon yang banyak dikunjungi. Berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya yang memiliki hamparan pasir untuk berjemur, pantai ini dipenuhi oleh batuan karang. Tapi bukan berarti Pantai Pintu Kota kalah cantik. Yang menarik dari pantai ini adalah sebuah tebing karang rakasa yang menjorok ke laut dengan lubang besar menyerupai sebuah pintu. Percikan air dari ombak yang menghantam tebing karang menjadi salah satu pemandangan favorit pengunjung. Selain biasa menjadi foto sampul untuk majalah wisata alam, tebing karang ini juga seringkali digunakan sebagai latar foto prewedding oleh banyak pasangan. Jangan khawatir jika lupa membawa bekal karena di sini ada banyak penjual makanan.

 

Pantai Santai. Sesuai dengan namanya, pantai ini cocok sekali digunakan sebagai lokasi melepas penat. Lelah dan bosan dengan rutinitas harian akan terbayar lunas di tempat wisata di Ambon ini. Pemandangan pantai makin terasa nyaman sambil mencicipi pisang goreng dan teh manis kuliner andalan di sini. Anda juga bisa menyelam dan snorkeling. Pantai ini teretak di Desa Latuhalat Kec. Nusa Niwe, sekitar 16 km dari Pusat Kota Ambon. Lokasi itu bisa dicapai dengan angkutan kota ataupun mobil carteran.

Dari namanya saja ‘Santai Beach’ saya yakin anda pasti akan merasa santai dan nyaman berada di pantai ini. Tidak begitu berbeda dengan pantai-pantai yang disebutkan di atas, yakni pasir putih bersih, laut yang biru dan jernih, di sini tersedia fasiltas spot diving dan snorkling bagi mereka yang mencintai penjelajahan bawah laut. Untuk peralatan diving anda tidak perlu membawanya jauh-jauh dari kota anda Anda hanya tinggal menyewa.

Sesuai dengan namanya, menu yang tersedia di sini juga sangat sederhana. Namun, rasanya… dapat membuat lidah anda bergoyang bagaikan nyiur-nyiur di pantai ini. Yah, singkong goreng dan teh manis. Simpel tapi rasanya mantap. Di sekitar lokasi Santai Beach terdapat penginapan yang harganya terjangkau. Sekedar pengingat…., jangan lupa alat dokumentasi untuk mengabadikan liburan anda.

Nusa Pombo. Ini sebuah pulai yang bisa ditempuh speed boat dalam waktu satu jam dari pelabuhan di Ambon. Pulau ini tidak berpenghuni, sehingga Anda sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman secukupnya. Jika ingin menginap, Anda bisa mendirikan tenda di sini. Jangan lupa membawa perlengkapan berkemah. Berbagai kegiatan yang bisa Anda lakukan di tempat wisata di Ambon ini adalah berenang, menyelam, snorkeling dan trekking, keliling pulau. Pulau Nusa Pombo dikenal memilliki alam bawah laut yang kaya.

Hembusan manja angin laut disertai lenggak-lenggok pepohon di sepanjang garis pantai akan membuat anda terpana, belum lagi air laut yang jernih dan super bebas dari sampah. Saking jernihnya air laut anda bisa dengan mudah menyaksikan ikan-ikan yang berenang serta warni-warni terumbu karang yang membius mata. Semua itu terasa semakin lengkap  dengan permadani pasir putih lembut dan berkilauan yang terhampar luas di bibir pantai. Yang jelas anda akan merasakan sensasi wisata yang berbeda dengan yang pernah anda rasakan di tempat lain.

Share This: