Order Sepi, Pelaku Orkes Ini Jadi Pelaku Kerajinan Bambu

Ilustrasi-Foto: Humas Pemkab Kediri.

KEDIRI—Order untuk manggung sepi sempat membuat Sutikno kebingungan. Warga dari Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabuaten Kediri menggantungkan mata pencaharian sebagai gitaris. Sayang pandemi Covid-19 ikut memukul para pekerja seni.

Untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Sutikno harus pandai melihat peluang bisnis di era pandemi. Dengan memanfaatkan bambu jawa serta bambu apus yang sangat melimpah, ia sulap menjadi aneka macam kerajinan yang menarik namun tetap menonjolkan kesan tradisional.

Berkat ketrampilan yang didapat secara otodidak, serta dengan keahlian menganyam bambu, berbagai produk berhasil ia buat, antara lain tempat tisu, tempat air mineral kecil, lampu gantung, lampu duduk, lampu tempel, rantang isi 2 dan 3, serta nampan.

Sutikno mengatakan, produk buatannya ini bisa bersaing dengan berbagai produk lain di pasaran karena unggul dari segi kualitas dan kuantitas, seperti dari segi kerapian dan kehalusan bahan dasar, karena dikerjakan dengan penuh ketelitian.

Dalam satu bulan, Sutikno mampu memproduksi sekitar 100 produk anyaman bambu, namun bisa kurang dan bisa lebih tergantung bentuk dan tingkat kerumitan dari pemesan.

“Kalau modelnya simpel bisa 100 lebih, namun kalau banyak yang pesan model custom paling hanya sekitar 70 buah dalam satu bulan,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/1/21).

Harga yang dibanderol dari produknya ini cukup terjangkau, mulai Rp35.000 ribu hingga Rp65.000 ribu untuk tempat tisu, dan Rp50.000 ribu sampai Rp150.000 ribu untuk tempat lampu. Harga bervariasi tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya.

Berkat keterampilan tersebut, Sutikno juga langganan menjadi narasumber pelatihan kerajinan yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kediri. Pelatihan juga pernah diadakan di rumahnya.

“Ibu Bupati Haryanti Sutrisno datang kesini langsung dan memborong beberapa produk saya,” cetus Sutikno.

Selain sering dijadikan pemateri, bentuk perhatian Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yaitu membantu pemasaran dan mengikutkan karyanya dalam pameran produk-produk UMKM.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *