Orang Hukum Yang Sukses Berbisnis

nur-wahyudi

Terjun ke dunia pariwisata awalnya bukan ceruk bisnis yang diidam-idamkan oleh Nur Wahyudhi. Passion yang cukup menojol dan terus diasah sejak dari bangku kuliah justru dunia musik. Jika kemudian ia mencoba peruntungan di bisnis Production House (PH) dan periklanan boleh dibilang masih tidak jauh dari dunia entertainment yang digelutinya. Belakangan ia malah gandrung dengan bisnis wisata syariah dengan menyelenggarakan perjalanan haji dan umroh serta destinasi ke kawasan timur tengah lainnya. Bagaimana peminat musik jazz jebolan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini memulai bisnisnya yang kini berkembang pesat. “Awalnya, pada 2012 saya diberi amanah oleh teman-teman alumnus waktu kuliah, untuk mengkoordinir mereka untuk melaksanakan ibadah umroh. Tak disangka perjalanan memandu 180 orang teman-teman itu sukses sehingga saya diminta untuk kembali memandu mereka pada perjalanan ibadah umroh berikutnya, ”ujar ayah dua anak yang pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil selama lima tahun di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Berikutnya Yudhi, begitu panggilan akrabnya, juga sukses membawa sekitar 1200 orang ke tanah suci, Ia pun kian memahami seluk beluk bisnis travel haji dan umroh.

Setelah beberapa kali membawa jamaah ke tanah suci, bersama sejumlah rekan kuliahnya Yudhi mendirikan perusahaan bisnis travel yang lebih profesional. Pada tahun 2014, ia membeli perusahaan milik temannya, Paksi Tours & Travel yang sudah berdiri sejak tahun 2008. Kala itu bisnis wisata umroh boleh dibilang tengah booming, di mana-mana tumbuh bisnis sejenis, persaingan pun sangat ketat. Namun, Yudhi yang pernah menimba ilmu manajemen Strata 2 ini sudah menyiapkan strategi pasar yang jitu sehingga sangat siap menghadapi persaingan pasar. Ia meluncurkan produk paket umrah super hemat dengan biaya terjangkau namun bukan travel murahan. “Biayanya relatif murah namun kualitasnya kami jaga dengat ketat. Alhamdulillah strategi kami mampu meraih pasar, kami memberangkatkan hampir 2.000 jamaah per musimnya,” ujar pemilik toko online www.cinereaudio.com ini.

Bak pepatah jauh berjalan banyak dilihat, Yudhi pun mulai melirik kawasan Timur Tengah lainnya yang juga banyak peminatnya. Ia mengembangkan Wisata Muslim yang menjelajah seantero negara muslim maupun yang lekat dengan sejarah Islam, mulai dari Turki, Eropa Timur, Spanyol dan kawasan Eropa barat. Untuk mempererat silaturahmi antar Jamaah, dan sekaligus pengembangan strategi pasar melalui media, Yudhi menerbitkan Majalah Manasik. Majalah bulanan ini berisi info haji, umroh dan khasanah Islam sebagai tagline. Sesuai dengan tuntutan pasar yang semakin akrab dengan pasar online, sejak September 2016 Majalah Manasik mengunjungi pembacanya melalui portal online: manasikinfo.com. Yudhi merubah konsepnya menjadi cerita perjalanan wisata halal sebagai info utama selain tentang khasanah Islam sesuai dengan tema Paksi Tours and Travel.

nur-w-wisata

TERASAH SEJAK KECIL

Bakat berbisnis ternyata diturunkan oleh orangtuanya yang dulu memiliki toko kelontong terkenal di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Sejak SD, Yudhi kecil sudah belajar bisnis. Jatah uang saku ia belikan balon, lalu dijual lagi kepada kawan-kawan sekolahnya. Ndilalah dagangannya laku membuat ia semangat lagi untuk berjualan. Namun bukan berarti perjalanannya selalu mulus.

“Suatu ketika jualan es, waktu itu pas musim hujan, dagangan nggak ada yang laku satu pun,” kenang Yudhi mengingat masa kecilnya. Begitupun dengan bisnis umrahnya. Salah satu koordinator jamaah umrah menggelapkan uang ratusan juta milik jamaah. Namun Paksi tetap bertanggung jawab memberangkatkan jamaah, sedangkan yang bersangkutan saat ini sedang dalam proses hukum.

Pria yang juga pernah menjadi promotor musik ini menganggap gangguan-gangguan kecil tersebut sebagai seni berbisnis. Kendati sempat mengganggu pikiran namun tak sedikitpun menyingkirkan ide-ide barunya. Ke depan, Yudhi ingin fokus membesarkan Paksi sesuai konsep Halal Travel Experience, memperluas jangkauan negara untuk wisata Muslim. Sejalan dengan itu, ia ingin segera membuka Muslim Store online maupun offline. Toko atau lapak ini, menjual  perlengkapan umrah, busana muslim dan sejenisnya.

Pengalaman mengajarkan kepada Yudhi, bahwa jatuh bangun di dunia bisnis adalah hal biasa. Tetapi yang tetap harus dipertahankan adalah totalitas dan komitmen menjaga amanah. Itulah modal dasar Nur Wahyudhi yang kini  kian melaju di jalur bisnis pariwisata. (Ira)

Share This: