Orang ‘Bersih’ Hasil Tambang Liar Gunung Gayo

Sebagai putra Bangka, semestinya saya bangga Ahok terpilih jadi Wagub DKI, lalu naik jadi Gubernur DKI berkat ketiban durian runtuh. Tapi, sejujurnya saya katakan bahwa saya tidak bangga. Saya justru prihatin dan miris mengingat sepak terjang dan catatan hitam Ahok sebagai pengusaha dan kemudian aparat pemerintah di Kabupaten Belitung Timur, kampung halaman Prof. Yusril Ihza Mahendra.

Selama jadi Wagub/Gub DKI, hampir tiap hari dia mengeluarkan ucapan yang tak layak, tak sopan, dan tak pantas. Entah dia tahu/memiliki etika dan kesantunan entah tidak. Nama asli Ahok alias Basuki T Purnama adalah Zhang Xian Wie. Dari nama asli Cina itu lalu dia ganti nama menjadi Basuki Indra. Identitas ini dia rahasiakan karena terkait dengan catatan kriminal di Polda Babel (bisa dicek melalui Direskrimsus Polda Babel, AKPB Bobby P Marpaung. Dia pegang BAP-nya).

Dia beberapa kali tersangkut masalah hukum/pidana. Terakhir tahun 2010, dia jadi tersangka kasus tambang liar di Gunung Nayo, Kab. Belitung Timur. Kasus Basuki Indra itu terkait operasional 4 CV miliknya di kawasan hutan lindung. Dia juga mengubah fungsi hutan lindung jadi resort pribadi. Adik Ahok, Basuri Tjahaya Purnama, yang kini menjadi Bupati Beltim, adalah Kadis Kesehatan semasa Ahok jadi Bupati, pernah jadi tersangka korupsi Puskesmas.

Sebagai kutu loncat di dunia politik, ‘prestasi’ Ahok hebat, bahkan lebih hebat dibanding Jokowi. Dia hanya 7 bulan jadi anggota DPRD, 16 bulan jadi Bupati Belitung Timur, 2,5 tahun jadi anggota DPR. Ketika jadi Bupati, Ahok obral janji muluk-muluk kepada warga Beltim, yang 90%-nya tidak terlaksana. Program Jamkesmas atau rawat gratis, satu-satunya program yang dia unggulkan, tanpa hasil. Sebab, RS tidak tersedia di Beltim. Pasien harus ke RS di Kabupaten Belitung Induk di Tanjungpandan. Tagihan membengkak dan jadi utang/beban Pemkot Beltim.
Berbagai kebijakan Ahok yang menganakemaskan Cina dan mengebiri pribumi bukan tiba-tiba. Rancangannya sudah disusun pada pertemuan sekitar 50 tokoh etnis Cina di Panini Cafe Kuningan Jaksel, 15/9/12.. Kesepakatannya, Ahok akan jadi Gubernur DKI karena 2014 Jokowi maju jadi Cawapres. Di situ disepakati bahwa semua administrasi pemerintahan DKI dipegang Ahok, Jokowi hanya jalankan tugas politis dan membiarkanya konyol dengan blusukan tak karuan.

Saya tak habis pikir mengapa DPRD DKI tak berdaya menyingkirkan Ahok yang kinerjanya nol besar? Apa? Melarang sepeda motor melintas di Jl. Thamrin? Membeli bus rongsokan produk Cina? Reklamasi pantai untuk kepentingan PT Agung Podomoro? Menggusur PKL dengan cara yang tak manusiawi? Kenapa aspirasi rakyat Betawi yang diwakili Front Pembela Islam/FPI dianggap sepi oleh wakil rakyat DKI?

Julaili Rachman

Petaling, Bangka Tengah

Provinsi Kep. Bangka Belitung

Share This:

You may also like...