Ooy Rukoyah, Jadikan Jus Buah Honje Ikon Pangandaran

Ooy rukoyah-Foto: Kabarpriangan.

PARIGI—-Awalnya tanaman kecombrang atau honje laka (zingiberaceae) dianggap tanaman liar oleh para petani di Kabupaten Pangandaran.  Sekalipun buahnya kerap digunakan penangkal demam, namun lebih banyak dibuang.

Di tangan seorang warga Dusun Bojongmalang,  Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangdandaran Ooy Rukoyah buah ini diolah menjadi jus menyegarkan.  Dia mengambil yang berwarna merah maroon yang rasanya asem, dipadukan dengan gula hingga rasanya menyegarkan.

“Saya memulainya pada 2014 karena ingin mencoba. Buahnya bahkan diberikan para petani begitu saja.  Produksi pertama hanya di gelas plastik dan dijual kepada warga dan wisatawan. Baru kemudian pada 2016 setelah pengikuti pelatihan wirausaha, saya belajar melakukan pengemasan,” ujar Ooy ketika dihubungi Peluang, Kamis (25/7).

Sejak  itu produknya dengan brand Hola (singkatan Honje Laka) dikenal dan menjadi booming. Bahkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran memberikan dukungan dan memberinya akses mengikuti rekor MURI minum serempak di Bandung beberapa waktu lalu.  

“Rata-rata produksi sebulan 4 ribu botol dengan pasar tidak saja Pangandaran, tetapi juga Bogor, Bandung, Lampung.  Produksi tertinggi 6 ribu botol pada momen tertentu seperti hari raya. Satu botol harga konsumen Rp10 ribu,” papar Ooy seraya mengatakan sudah mempunyai lima karyawan.

Hola Juice-Foto; Istimewa.

Ke depan, Ooy berencana meningkatkan kualitas produk agar Hola Juice Bisa  masuk ke minimarket dan pasar swalayan.  Pendeknya jadi produk nasional. “Saya juga ingin punya pabrik kecil, namun langkah ke sana masih panjang,” tutup dia (Irvan Sjafari).  

Share This:

You may also like...