OJK Gelar Pasar Rakyat Syariah

Masih terbatasnya pangsa pasar keuangan syariah di Tanah Air, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar Pasar Rakyat Syariah dan pencanangan gerakan Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS).

Perhelatan Pasar Rakyat Syariah bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang keuangan berbasis bagi hasil. Gelaran tersebut didukung langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada medio Juni lalu di Lapangan Parkir Selatan Senayan Jakarta.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan, peluang jasa keuangan dan ekonomi berbasis syariah masih terbuka luas. Ini karena Indonesia memiliki penduduk dengan kelas menengah yang terus bertumbuh. “Kelas menengah ini memiliki kemampuan menabung dan berinvestasi yang tinggi serta membutuhkan layanan jasa keuangan yang kian beragam,” kata Presiden Jokowi.

Pasar rakyat

Saat ini, pangsa pasar keuangan syariah per Maret 2015 berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat baru mencapai 4,7% dengan volume usaha sebesar Rp 268,4 triliun. Dibandingkan dengan negeri jiran seperti Malaysia yang pangsanya sudah mencapai 20 persen jumlah itu memang masih kecil. Ini disebabkan, keuangan syariah di Indonesia bersifat bottom up atau berasal dari inisiasi masyarakat. Sedangkan di Malaysia, pertumbuhannya bersifat top down atau ditopang penuh oleh pemerintahnya.

Jasa keuangan dan ekonomi syariah memiliki peran yang sangat stategis dalam pembangunan nasional. Saat ini jumlah nasabah keuangan syariah sudah mencapai lebih 18 juta rekening. Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah lembaga keuangan mikro terbesar di dunia – sebagian berbentuk BMT (Baitul Maal wat Tamwil) atau usaha mandiri dan koperasi jasa keuangan syariah, serta merupakan negara penerbit sukuk negara terbesar, dan satu-satunya negara yang menerbitkan sukuk ritel.

Presiden berharap, modal awal itu terus dikembangkan agar menjadi pilar utama pembangunan nasional, khususnya melalui pengembangan UMKM dan pembiayaan infrastruktur. “Kuncinya adalah membangun pemahaman masyarakat secara berkelanjutan, inovasi layanan, serta perlindungan kepada nasabah,” ungkap Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden menyatakan mendukung penuh kampanye ACKS karena tujuannya adalah untuk membangun dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan dan bisnis ekonomi syariah.

Acara tersebut diikuti oleh 150 peserta industri keuangan. Dalam Pasar Rakyat Syariah kali ini digelar sejumlah acara,  antara lain Expo Keuangan Syariah, Edukasi Perlindungan Konsumen, 5K OJK Fun Run, Peluncuran Road Map Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia, dan Workshop.

Acara ini tidak hanya melibatkan perbankan syariah namun juga seluruh komponen sektor jasa keuangan syariah, meliputi lembaga keuangan syariah non bank, dan pelaku pasar modal syariah. Selain itu, para pelaku industri keuangan kreatif dan usaha kecil juga terlibat.

“Acara ini merupakan bagian dari gerakan kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) yang dilaksanakan pada 13 sampai 14 Juni 2015 dan diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar dan Balikpapan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam sambutan pembukaannya di Jakarta.

Share This: