Obsesi Atqkan

MEMBAWA bisnis koperasi melanglang buana ke mancanegara menjadi obsesi Atqkan, bankir muda yang kini menjabat Trade Finance Sales Specialist Manager di Bank Bukopin. Pasalnya, hampir sembilan tahun memberikan edukasi terhadap pelaku bisnis ekspor-impor,

ia nyaris tidak pernah menjumpai nasabah dari kalangan koperasi. Padahal bisnis ini relatif mudah dan keuntungan cukup lumayan. “Koperasi hanya menyiapkan SDM yang handal serta tekad kuat untuk memasuki bisnis ini,” kata pria kelahiran Batipuh Sumatera Barat 10 Februari 1983 ini.

Bagi Atqkan, pemegang Certificate in International Trade Finance (CITF) ini, koperasi bukan lah ‘makhluk asing’. Sejak 2014 hingga kini tercatat sebagai mengurus Koperasi Karyawan Bank Bukopin Jakarta (KKBJ), dan kini masih dipercaya mengurus Koperasi Sekunder Jasa Bukopin Seluruh Indonesia periode 2015-2020. “Kendati pekerjaannya di Bukopin sangat ketat, kandidat doktor dari Universitas MARA Malaysia ini, masih bisa membagi waktu untuk koperasi. “Untuk urusan koperasi kami lakukan di malam hari atau usai jam kantor, dan hari libur biasanya kami ngantor ngurusin koperasi,” tukas lulusan terbaik Pendidikan Officer Development Program XV Bank Bukopin ini. Sebagai bankir yang disiplin bekerja profesional, kebiasaan itu ia tularkan pula ke dalam pengelolaan KKBJ yang aktivitas keseharian di jalankan oleh para karyawan koperasi. Hasilnya patut diacaungi jempol, bersama tim pengurus lainnya, Yanuedi Melayanto dan Teguh Budiman, KKBJ berhasil masuk dalam jajaran 100 Koperasi Besar Indonesia 2015 dan 2017.  (Irm)

Share This: