Nirwana Tirta di Tebing Nusantara

Negeri khatulistiwa ini menyimpan banyak air terjun yang indah. Belasan jumlahnya di kelompok nan elok. Untuk anda, lima di antaranya direkomendasikan agar menikmatinya di lokasi.

AIR TERJUN BENANG KELAMBU

Berada di kaki Gunung Rinjani. Di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kec Batu Keliang Utara, Kab Lombok Tengah, NTB. Air terjun ini keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang, dengan enam deret titik air. Airnya tercurah dari atas bukit sangat tipis dan lembut, mirip dengan kelambu. Suara jatuhnya air pun soft, tidak bising. Itu sebabnya dinamai Air Terjun Benang Kelambu.

Di kawasan air terjun ini terdapat dua kelompok air terjun. Tingginya sekitar 40 meter dengan dua atau tiga undakan. Dari titik teratas, curahan airnya jatuh ke tingkatan di bawahnya. Di sana disambut oleh tiga susunan batu lebar berbentuk ceper. Berkat hantaman batu ceper inilah hantaman air yang jatuh ke bawah tidak terjun bebas. Sehingga, pengunjung dapat mandi dengan santai di bawah air terjun.

Dari Kota Mataram ke sana, anda butuh waktu setengah jam perjalanan. Dengan ojek sepeda motor, bisa dicapai hanya 15-20 menit. Anda disarankan menggunakan ojek yang sudah disediakan pengelola wisata, tarifnya Rp 30 ribu pulang-pergi. Di sana ada 40-an pemandu wisata. Untuk jumping yang aman, sebaiknya gunakan jasa  pemandu wisata.

***

AIR TERJUN MORAMO

terletak di Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa, Desa Sumber Sari, Kec Moramo, Kab Konawe, Sulawesi Tenggara. Sekitar 60 km dari Kota Kendari. Air terjun ini bertingkat-tingkat dengan 7 undakan air terjun utama dan 60 undakan kecil. Beberapa di antaranya membentuk kolam kecil. Dengan total 127 kolam terasering. Hutan rimbun di sekitarnya merupakan habitat alami beragam jenis hewan dan burung asli Pulau Sulawesi.

Sumber air berasal dari Sungai Biskori, yang hulunya di Pegunungan Tambolosu. Anda akan disuguhi pemandangan indah hijaunya panorama alam, suara kicau burung, dan kupu-kupu yang terbang berseliweran. Juga terdapat satwa endemik Sulawasi seperti monyet hitam dan anoa.

Dari sekian banyak kolam, kolam yang terletak di tingkat kedua dari 7 tingkatan utama sering dimanfaatkan untuk berenang. Undakan bebatuan itulah sumber daya pikat air terjun ini. Bebatuan tersebut memancarkan kilauan warna-warni yang didominasi oleh warna hijau yang indah. Warna-warni tersebut juga terlihat seperti menari-nari ketika dibuai lembut oleh riak gelombang air ketika tersentuh sinar mentari.

AIR TERJUN DUA WARNA

Dinamakan demikian karena airnya memiliki gradasi dua warna yang berbeda, yaitu putih keabu-abuan dan biru muda. Selain menikmati keindahan air terjun dua warna, wisatawan apat bermain air, berenang, dan dapat berkemah di dekat air terjun. Airnya tidak dapat diminum.

Lokasinya di  Desa Durin Sirugun, Kec Sibolangit, Kab Deli Serdang, Sumatera Utara. Sumber air terjun yang posisi topografinya 1.270 mdpl ini berasal dari Gunung Sibayak. Menjulang hingga tinggi 100 meter, air terjun ini mengalir ke kolam di bawahnya. Warna airnya beragam mulai dari biru terang hingga putih karena mengandung belerang dan kapur.

Untuk ke sana, para wisatawan harus melewati hutan lebat selama 2-3 jam. Dari Kota Medan ke Sibolangit sekitar 75 km. Dari pusat kecamatan menuju lokasi masih perlu sekitar 3 jam lagi. Objek wisata ini tidak memiliki banyak fasilitas umum. Maka, pastikan anda mempersiapkan segala barang kebutuhan. Terlebih jika anda ingin berkemah dan bermalam di sini.

***

AIR TERJUN MADAKARIPURA

terletak di Desa Sapih, Kec Lumbang, Probolinggo. Ini salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuknya seperti curuk, dikelilingi bukit-bukit, yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seakan hujan. Di sana pengunjung merasa seperti di dalam sumur raksasa. Air terjun yang berada pada ketinggian 620 mdpl dianggap suci dan dikeramatkan oleh umat Hindu.

Untuk mencapai Air Terjun Madakaripura, para pengunjung harus melewati jalanan yang terjal dan licin. Dari jarak beberapa meter pun Anda sudah bakalan kecipratan air terjun yang terasa dingin dan lembut. Maka jangan lupa pula untuk membawa jas hujan atau baju ganti.

Salah satu air terjun terindah di Indonesia Pemandangan cantiknya dihasilkan dari beberapa air terjun yang berbaris melingkar dengan airnya yang mengalir deras dari hutan rimbun di atasnya. Madakaripura ini juga dipercaya sebagai tempat persemedian terakhir Patih Gajah Mada.

Madakaripura merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa, tertinggi kedua di Indonesia. Nama air terjun ini berasal dari kata Madakaripura, tanah perdikan (wilayah khusus yang tak mesti membayar upeti kepada kerajaan) milik mahapatih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat wisata ini adalah di pagi hari. Datang mengunjungi tempat ini di musim penghujan tidak direkomendasikan.

AIR TERJUN MURSALA

Satu dari sedikit air terjun yang airnya langsung jatuh dari tebing ke lautan lepas. Lokasinya di ujung barat daya Pulau Mursala, di antara Pulau Sumatera dan Pulau Nias, Kab Tapanuli Tengah. Dengan ketinggian sekitar 35 meter, air yang mengalir pada bebatuan granit yang berwarna hitam kemerahan lalu jatuh tercurah ke permukaan Samudra Hindia dengan suara bergemuruh. Debit air di sini tidak pernah kering, meski pada musim kemarau.

Keindahan air terjun Mursala ini bisa dinkmati dengan menyewa kapal dan berlayar di sekitarnya. Anda juga dapat ber-snorkeling di perairan di bawah air terjun Mursala ini. Masyarakat lokal Sibolga mengenal Pulau Mursala sebagai pulau yang angker. Pulau Mursala dulunya disebut sebagai Mansalaar Island.

Menurut pendapat lain, nama Mursala berasal dari gabungan kata Mur dan Shalat. Mur berasal dari sebutan masyarakat lokal/nelayan untuk pedagang dari Arab yang datang berdagang ke Barus. Konon, mereka selalu melakukan sujud syukur (shalat) di air terjun Mursala ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Barus. Karena itulah pulau ini disebut Murshalat, tempat orang Mur (pedagang Arab) melakukan shalat, belakangan menjadi Mursala.   (dd)

Share This:

You may also like...