Antara Niat dan Kesempatan

Asep-yusuf

Enam tahun bergumul dengan badan usaha bernama koperasi sudah cukup bagi Asep Yusuf Murod  memahami  lembaga yang acap digadang-gadang sebagai soko guru perekonomian rakyat itu. Faktanya, mantan bankir di Danamon ini masih saja berkerut kening jika mendalami lebih jauh aspek pengelolaan keuangan koperasi.  Dalam pengamatannya masih banyak koperasi yang dikelola bedasar prinsip orang alih-alih prinsip manajemen. “Pengelolaan Koperasi itu memang kental dengan aspek kekeluargaan, tapi tata kelola keuangannya tetap harus  berdasar prinsip manajemen yang berlaku. Artinya harus ada kontrol dari  bidang lainnya. Kalau tidak demikian tunggu saja, umurnya pasti gak lama, ujar putra Sukabumi kelahiran 1963 ini.

Bagi Asep yang kini dipercaya menjadi Wakil Bendahara Koperasi Arta Sarana Jahtera (ASJ), sebuah badan usaha yang sudah melalukan audit finansial sekalipun masih belum luput dari kesalahan manusianya.   Apalagi badan usaha yang sama sekali dikelola by person, kemungkinan melencengnya  cukup tinggi. Gampangnya, lanjut ayah tiga anak ini,  kejahatan tidak akan terjadi apabila tidak ada niat  dan kesempatan. “Boleh jadi pengurus koperasi tidak punya niat  menyimpangkan keuangan koperasi, tapi jika peluangnya senantiasa terbuka, tidak mustahil niat jadi berubah,” pungkas sarjana hukum jebolan Universitas Krisnadwipayana ini. (Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...