Ngesti Pandowo Ujung Tombak Batik Semarang

Tri Utomo-Foto: Dokumentasi Pribadi.

SEMARANG-–Pada 2009 Pemerintah Kotamadya Semarang berupaya melestarikan batik Semarang dengan menggelar pelatihan yang terbuka untuk semua warga Semarang maupun peminat dari berbagai kalangan. Sayangnya, baik pengenalan produk maupun pemasarannya jalan di tempat.

Melihat kondisi tersebut seorang warga bernama Tri Utomo  tergerak untuk membantu menjadi ujung tombak pemasaran batik Semarangan. Menurut dia produk sudah standar, tetapi tidak bisa menjual.

Dengan nama brand Ngesti Pandowo, Tri menargetkan menjadi ujung tombak pemasaran. Dia membangun pelanggan dan rajin menerima kritik dan saran dari pelanggannya.

“Saya pun belajar membatik hingga taraf produksi, baik batik cap maupun tulis, ke bentuk pakaian jadi. Saya menggandeng penjahit yang berkualitas bagus,” ujar Tri Utomo pada Peluang, melalui WhatsApp, Kamis (22/10/20).

Menurut dia, usaha batik itu agak unik karena harus bisa bersinergi atau berkolaborasi antara ranah bisnis dan ranah seni budaya.  Batik Semarangan harus punya ciri pembeda, seperti motif Lawangsewu, Blekok srondol, Asem Sedompol yang selaran dengan kearifan lokal Semarang.

Utk prospek perkembangan batik masih cukup baik asal dgn konsisten dan terus berkreasi dan berinovasi masih bisa lebih baik kedepannya.

Pasarnnya pun berkembang mencapai seluruh Indonesia selain lokal, untuk ekspor masih dalam rencana. Kini Ngesti Pandowo diperkuat 10 perajin dan lima tenaga pemasaran.  Sebelum pandemi omzetnta per hari berkisar antara Rp10 hingga Rp15 juta.

Ilustrasi-Foto: Jateng.Tribunnenews.

“Pandemi memberi dampak karena hampir tidak ada pengunjung, terutama sebelum new normal. Karyawan dijadwal bekerjanya, baru setelah ‘new normal, ada perubahan yang lebih baik, karena ada permintaan lewat WA,” terang Tri.

Dia berharap ke depan kondisi bisa stabil, seperti semula, sehingga Ngesti Pandowo bisa terus berkembang (Van).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *