Napak Tilas Silsilah Taxi

Dahoeloe, taksi di Batavia mengambil atau menurunkan penumpang di pangkalan. Calon penumpang pun kudu antre.

taxi jadul

Taksi pertama di dunia bernama Daimler Victoria. Diambil dari nama pengusahanya, Gottlieb Daimler (1897). Taksi ini sudah dilengkapi dengan meteran/argo atau taximeter, yang pertama kali digunakan pada 1891. Alatnya ditemukan oleh seorang Jerman, Wilhelm Bruhn, lalu disempurnakan Daimler. Bisnis taksi bercikal bakal dari jasa niaga penyewaan kereta kuda berukuran kecil Hackney Carriage di Paris dan London awal abad ke-17.

Daimler Victoria dikirim ke Friedrich Greiner pada 16 Juni 1897. Adalah pengusaha Stuttgart yang pertama kali membuat perusahaan taksi di dunia dengan kendaraan bertenaga baterai. Kendaraan bertenaga bahan bakar sebagai taksi berawal pada 1899 di Paris, 1903 di London dan 1907 di New York. Taxicab New York diimpor oleh Harry N Allen dari Paris. Allen inilah pionir yang menggunakan warna kuning di taxicab New York.

Taksi dikenal di Kota Batavia (Jakarta) sejak tahun 1930-an. Jumlahnya sangat terbatas. Hanya orang-orang kaya pada yang bisa menggunakan taksi sebagai alat kendaraan umum. Dengan jumlah terbatas itu, taksi di zaman Hindia Belanda menjadi ukuran status sosial,”Orang kite mana ada yang pakai taksi, kebanyakan yang naik kalau bukan meneer-mener ya sinyo-sinyo atawa noni-noni Belanda.

Biaya sewa taksi dihitung berdasarkan jarak tempuh dan waktu. Biaya sewa malam (23.00-06.00) lebih mahal 50% dari biaya siang hari (06.00-23.00). Biaya tunggu dikenakan 5 sen/menit. Kendati eksklusif, para pengemudi kendaraan bermahkota itu tidak diizinkan mengambil penumpang di tengah jalan. Mereka hanya menurunkan penumpang di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Mirip terminal bus kota saat ini.Uniknya. Bahkan di pangkalan taksi itu berlaku pula sistem antre.

Di antara pangkalan taksi saat itu terdapat di Lapangan Gedung Balai Kota (Stadhuis), Kali Besar Barat dan Lapangan Glodok (Glodok Plein). Sedangkan di Weltevreden dipusatkan tidak jauh dari gedung pertemuan di Harmonie, Pintu Air, Gedung Kesenian (Stadsschouwburg), pojok selatan Lapangan Banteng (Waterlooplein), Stasiun Gambir, Deca Park, pojok Menteng atau Gondangdia Lama, Entrée Saleh (kini Jalan Raden Saleh), Kebon Binatang di Cikini, Krekot, Pasar Baru dan Senen

Pemerintah kota berhak untuk mencabut SIM/rijbewijs bila pengendara taksi melanggar peraturan, termasuk merokok sambil mengendarai taksi berpenumpang. Pada tahun 1980, masuklah teknologi komputer, yang digunakan taksi serta prosedur-prosedur dasar dalam proses pelayanan pelanggan. Taksi menjadi ikon perkembangan kota bisnis dan pariwisata di dunia.
Kapasitas taksi tempo doeloe itu hanya boleh memuat 5 penumpang. Ongkosnya 30 sen/km atau 10 sen/menit. Ongkos sewa malam hari (23.00 s.d. 06) lebih tinggi 50 persen dari ongkos di siang hari (06.00 s.d. 23.00). Biaya tunggu ditetapkan 5 sen/menit. Jika ada sopir taksi yang membandel, misalnya merokok ketika membawa penumpang, pihak Kotapraja tak segan-segan mencabut surat izin mengemudi (rijbewijs) si sopir. (dd)

Share This: