Musim Gugur Zen-Noh di Negeri Sakura

Kinerja dalam negeri Zen-Noh babak belur karena usahanya merugi. Beruntung, jaringan usahanya luas ke mancanegara sehingga secara konsolidasi tetap positif.

zen-noah

Perlambatan ekonomi di Jepang menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat menurun. Hal ini berpengaruh terhadap usaha Zen-noh, Induk Koperasi Pertanian Jepang. Koperasi yang berdiri pada 30 Maret 1972 ini memiliki lima segmentasi bisnis yaitu bahan pangan; holtikultura; peternakan; agribisnis dan produk pendukung; serta produk keperluan sehari-hari dan minyak dan gas.

Dalam Laporan Tahunan 2015 (periode 1 April 2014 – 31 Maret 2015) Zen-Noh, total omzetnya sebesar  ¥4,85 triliun, turun dari tahun 2013 sebesar  ¥5,08 triliun. Dari lima segmen usaha hanya holtikultura yang mencatatkan kenaikan omzet sebesar 5% dari ¥1,05 triliun menjadi ¥1,11 triliun. Sedangkan omzet keempat segmen usaha lainnya anjlok yaitu bahan pangan sebesar 6%, peternakan (1%), agribisnis dan produk pendukung (12%), dan produk keperluan sehari-hari dan minyak dan gas  (10%).

Hitomi Narikiyo, Presiden dan CEO Zen-Noh mengatakan, tahun 2014 merupakan tahun kedua dalam Rencana Bisnis Jangka Menengah. Ada tiga hal yang diprioritaskan yaitu berkontribusi untuk daya tahan area produksi dan lingkungan lokal; meningkatkan  penjualan produk pertanian lokal; dan  menggenjot bisnis di luar negeri. “Tiga prioritas itu yang kami fokuskan,” ujarnya seperti dikutip dari Laporan Tahunan 2015 Zen-Noh.

Penurunan omzet tersebut otomatis berimbas pada perolehan kinerja keuangan dimana total pendapatan turun 9% dari  ¥100,63 miliar pada tahun sebelumnya menjadi  ¥91,49 miliar. Dengan beban biaya sebesar  ¥95,18 miliar, Zen-Noh mencatatkan rugi kotor sebesar  ¥3,69 miliar. Sedangkan laba non-operasional naik 29%  dari ¥9,80 miliar menjadi  ¥12,67 miliar. Sehingga Laba bersihnya turun 12% menjadi  ¥8,15 miliar.

Meski di dalam negeri kinerjanya babak belur, namun secara konsolidasi Zen-Noh masih mencatatkan laba bersih positif. Hal ini tidak lepas dari jaringan anak usaha dan perusahaan terafiliasi yang tersebar dari Brazil, Inggris, hingga Thailand. Sekadar informasi, yang disebut anak usaha adalah kepemilikan saham Zen-Noh diatas 50%,. Sedangkan perusahaan terafiliasi, saham Zen-Noh sebesar 40%-50%.

Secara konsolidasi, pendapatannya naik tipis menjadi  ¥214,95 miliar dari periode sama tahun sebelumnya sebesar  ¥214,33. Dengan beban usaha  sebesar ¥194,88 miliar laba kotornya menjadi  ¥20,07 miliar. Selain itu, laba non-operasionalnya juga melonjak 38% dari  ¥11,00 miliar menjadi  ¥15,20 miliar. Dari sini, Zen-Noh mencatatkan laba bersih sebesar  ¥20,39 miliar, melonjak 63% dari tahun sebelumnya ¥12,53 miliar.

zen-noh

Kerugian yang dialami induk koperasi pertanian ini patut disayangkan. Sebab peran Zen-Noh selama ini cukup besar dalam menopang kebutuhan pangan dan industri pendukungnya.  Koperasi yang memiliki anggota 1.011 koperasi primer (didalamnya termasuk 157 koperasi sekunder) ini menyediakan barang-barang kebutuhan petani anggota koperasi pertanian, baik untuk proses produksi seperti mesin-mesin pertanian, bahan baku minyak atau gas serta barang-barang konsumsi maupun memasarkan produksi anggota. Berbagai kegiatan pelayanan pada anggota, dilakukan dengan produksi sendiri maupun bekerja sama dengan pabrik lokal.

Selain membantu pemerintah Negeri Sakura dalam menyediakan kebutuhan pokok bagi warganya, koperasi yang mempekerjakan lebih dari 8.000 karyawan ini juga melambungkan Jepang dalam percaturan koperasi dunia. Tercata, Zen-Noh merupakan koperasi nomor satu dunia dalam 300 koperasi besar versi International Cooperative Alliance (Global 300 ICA).

Secara operasional, pembagian wilayah kerja dan operasi sudah well organized sehingga tidak terjadi tumpah tindih. Misalnya, khusus untuk pendistribusian barang-barang terkait pertanian ke seluruh Jepang dilakukan oleh Zen-Noh Logistic Co. Ltd. Perusahaan ini memiliki jaringan skala nasional dengan 2 perusahaan cabang dan 5 kantor cabang serta 46 basis. Perusahaan ini setiap tahun menanangi 11,7 juta ton barang, meliputi pengiriman produk-produk pertanian dari sentra-sentra produksi ke pasar-pasar konsumen, dan sebaliknya mengirimkan semua bahan yang diperlukan untuk produk pertanian ke wilayah produksi.

Sementara untuk pelayanan barang-barang konsumsi kepada anggota, melalui koperasi-koperasi pertanian sekunder dan primer. Zen-Noh membuka toko-toko dengan merk “A Coop” berjumlah lebih 2000 unit tersebar di seluruh Jepang. Barang yang dijual meliputi, makanan, pakaian, alat-alat listrik, barang elektronika, dsb. Guna menjamin ketersediaan barang-barang tersebut, disediakan pusat-pusat pergudangan.

Perbedaan mencolok Zen-Noh dengan regulasi koperasi di Indonesia adalah ekspansi bisnisnya hingga mancanegara. Koperasi terbesar dunia ini mengadakan transaksi dengan koperasi atau korporasi swasta lintas negara. Di antaranya Zen-Noh Grain Corporation yang berbasis di New Orleans Amerika Serikat ini bertugas menjaga ketersediaan bahan-bahan makanan di wilayah AS.

Selain itu, ada Zen-Noh Nippon Jordan Fertilizer Co.Ltd, berlokasi di Aqaba, tepatnya di pantai Laut Merah. Perusahaan patungan dengan Yordania yang dibentuk pada 1992 ini setiap tahun menghasilkan pupuk sekitar 300 ribu ton.  Ada pula Zen-Noh Restaurant London Limited yang bergerak di bidang kuliner.

Dengan dukungan regulasi dan pengelolaan usaha yang profesional serta visioner, Zen-Noh meski tahun lalu merugi, telah membuktikan bahwa koperasi bisa unjuk gigi dihadapan korporasi global. Koperasi Indonesia kapan? (Slamet& Drajat).

Share This: