Mulyan Pulubuhu, Tekun dan Berdoa

Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Sulawesi Selatan Mulyan Pulubuhu-Foto: Irvan Sjafari

MAKASSAR-–Dunia koperasi sudah dikenal Mulyan Pulubuhu sejak menjabat Kepala koperasi Kantor Wilayah Departemen Perdagangan dan Koperasi Sulawesi Tengah antara 1980-1982, tak lama setelah menamatkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Sulawesi Selatan (Jamkrida Sulsel), pria kelahiran Gorontalo 14 Mei 1954 ini malang melintang berkarir di perbankan, mulai dari Bank Duta, Cabang Makassar, Bank Universal hingga  BPR Sulawesi Danajaya, Makassar.

Mulyan ikut merintis pendirian Jamkrida Sulsel pada 2016,  dengan modal pengalaman mengenal seluk beluk dunia koperasi sekaligus kerja perbankan. Kedua modal ini membuatnya seberapa besar bisa melakukan penjaminan oleh  berbagai pihakterhadap penyaluran pembiayaan pada BPR lokal, koperasi hingga UMKM, Mulyan bisa mengetahui seberapa besar penjaminan yang dilakukannya.

“Kamu dulu berdiri dengan modal Rp25 miliar. Kini sudah punya aset sebesar Rp28 miliar dan sudah melakukan penjaminan terhadap dari lima ribu pihak.  Kami menjamin maksimal sebesar 70 persen dari nilai anggunan pinjaman,” ujar Mulyan kepada Peluang di Makassar, Selasa (14/9/19).

PT Jamkrida Sulsel meningkatkan penetrasi pada segmen penyaluran pembiayaan yang dilakukan koperasi maupun BPR lokal untuk pelaku UMKM sebagai upaya memacu portofolio penjaminan yang relatif tumbuh terbatas dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Mulyan penyaluran pembiayaan bagi UMKM tidak hanya dilakukan  oleh perbankan umum, tetapi juga melalui lembaga lain dengan sumber dana dari kementerian, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Koperasi atau UKM bisa langsung ke LPDB atau ke Jamkrida. Jamkrindo bisa jamin maksimal 70 persen dari total yang diberikan LPDB. Ini peluang besar bagi dunia UKM dan Koperasi. Kami juga membantu sosialisasi LPDB,” tutur dia.

Sebagai informasi, Jamkrida Sulsel per Oktober baru membukukan volume penjaminan sebesar Rp267 miliar per Oktober 2018 terhitung sejak pendirian pada 2016 silam.

“Kami harus bisa bersaing di pasar penjaminan dengan modal terbatas dengan hanya 16 karyawan berhadapan dengan pesaing dari BUMN yang punya modal triliunan. Alhamdullilah kami bisa eksis dengan dukungan berbagai pihak.  Yang penting di dunia sabar seperti ini ketekunan dan tentu saja berdoa,” ucap Mulyan (Van).

Share This:

You may also like...