Minyak Sumber Waras, Produk Probiotik Siap Ekspor

Zakaria Achmad-Foto: Dokumentasi Pribadi.

MALANG—-Stephanie Thibault, peneliti dari The Institut national de la recherche scientifique (INRS), Kanada pernah menyampaikan probiotik memiliki enzim yang dapat menjadi pembersih mikroskopis untuk membersihkan tanah, air dan udara yang terkontaminasi.

Pernyataannya yang dilansir Science Daily April 2018 menjadi relevan saat pademi Covid-19 ini  setelah WHO beberapa waktu lalu menyatakan penularan penyakit ini bisa terjadi melalui udara.

Beberapa perusahaan dari Belgia, New Zealand, Amerika, dan lainnya mengeluarkan produk berupa air purification yang mengandung probiotik yang efektif untuk membersihkan udara dari jamur, kuman, bakteri jahat, hingga virus, termasuk virus Corona.

Ternyata Indonesia ada sebuah produsen minyak bio organik atau minyak herbal yang juga mengandung probiotik dengan brand Minyak SW Sumber Waras. 

Menurut Zakaria Achmad, Product Manajer PT Bio Teknologi Indonesia, produsen minyak tersebut, minyak herbal ini mengandung 100% bahan herbal.

“Di antaranya adalah jahe, sereh, kencur, daun sidaguri, virgin coconut oil (VCO), daun mint, dan bahan lainnya yang semua bahan tersebut masuk ke dalam kategori food grade sehingga aman untuk diminum,” ujar Zakaria kepada Peluang  melalui WhatsApp.

“Probiotik dalam Minyak SW berperan untuk memproteksi tubuh dari virus dan bakteri jahat dari luar tubuh dan juga berperan sebagai penghantar bahan-bahan herbal hingga ke tingkat sel,” imbuh dia.

Di antara cara pemakaiannya, minyak ini bisa diuapkan di udara menjadi aromaterapi yang efektif membunuh virus dan bakteri di udara dan saluran pernapasan. Sangat baik digunakan untuk membersihkan udara di rumah maupun di mobil dari virus dan bakteri jahat.

“Ketika probiotik diuapkan ke udara, maka probiotik akan menjadi sasaran virus untuk dijadikan inang agar dapat berkembang biak. Saat virus masuk ke tubuh probiotik maka akan diurai oleh enzim probiotik sehingga virus menjadi lemah (dormant) dan mati,” paparnya.

Zakaria menuturkan, bisnis ini didirikan pada  2018 dengan mulai melakukan riset pasar bahwa peluang pasar minyak balur di Indonesia sangat besar. Ini karena masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan minyak balur sejak nenek moyang untuk mengobati berbagai penyakit sederhana di lingkungan keluarga di rumah.

Pihaknyamenambahkan kandungan probiotik di dalam minyak balur ini yang membuat produk ini beda dengan minyak balur lainnya. Hal yang mendukung  Indonesia ini kaya akan rempah-rempah dan berbagai tanaman obat, bahkan menjadi yang terbesar no 2 dunia sebagai negara penghasil tanaman obat.

Namun sayangnya, justru ini tidak bisa kita olah sendiri menjadi obat. Negara lain dengan teknologi canggihnya yang mampu membuat obat dari sumber daya alam kita. Ini juga salah satu alasan perusahaannya membuat produk kesehatan berkualitas dunia sebagai produk kebanggaan Indonesia.

“Dari awal kami berpikir akan membuat sebuah perusahaan dengan market world wide, bukan hanya market lokal dalam negeri. Untuk itulah kami melaunching produk dengan kualitas dan mutu terjamin, produk berkelas dunia,” papar dia.

Ekspor

Produk ini awalnya diluncurkan pada Februari 2020, namun karena perizinan yang mundur dan belum siap, akhirnya produk ini dilucuran pada  Juni 2020. Dalam dua bulan, produk ini menjadi viral di kalangan Ibu-Ibu seluruh Indonesia karena memang manfaatnya yang sangat terasa sekali.

Kandungan probiotik di dalam minyak ini, benar-benar bisa sangat cepat membantu menyembuhkan berbagai penyakit yang sering dialami anggota keluarga.

Mulai dari luka lebam, pegal-pegal, sariawan, sakit gigi, sakit kepala, ambeien hingga penyakit kelas berat seperti kista payudara dan kanker kami mendapatkan testimoni kesembuhan secepat ini dari pengguna kami.

“Testimoni-testimoni ini menyebar secara viral hingga membuat produk kami booming di bulan ke-2 kami luncurkan,” akunya.

Lanjut Zakaria lagi pihaknya membangun perusahaan yang diperkuat tim sejumlah 50 orang ini  bermimpi menjadi perusahaan level dunia. Sebab pihaknya mulai menciptakan produk yang berkelas dunia, dan ini sudah selesai.

Tahap kedua, Sumber Waras akan fokus menggarap market dalam negeri dahulu sekitar 2-3 tahun kedepan. Setelah itu baru fokus menggarap pasar ekspor. Ini step by step yang kami buat. Awal Agustus kemarin, sudah ada permintaan dari pembeli di Amerika Latin dan Eropa yang meminta produknya dipasarkan disana.

“Kami sekarang sedang mempelajari perizinan yang diperlukan untuk bisa export ke beberapa negara tersebut,” pungkasnya (Van).

Share This:

One Comment on “Minyak Sumber Waras, Produk Probiotik Siap Ekspor”

Comments are closed.