MERETAS JALUR ELIT KOPERASI INDONESIA

LEBIH dari 30 tahun berkecimpung di lembaga keuangan jadi modal yang kuat bagi Djamil Hasyim ketika ia didaulat memimpin sebuah usaha koperasi  dengan segmen ‘anggota khusus’. Sebutan anggota khusus tersebut beralasan, lantaran mekanisme rekrutmen anggotanya tidak bisa diikuti sembarang orang. Untuk menjadi anggota koperasi tersebut sedikitnya harus punya simpanan minimal Rp250 juta. Sasaran anggotanya memang jelas, yaitu kalangan menengah atas. “Selama ini jika mendengar nama  koperasi, asumsi kita  terpaku pada usaha kecil, lemah modal dan SDM rendah. Kami ingin rubah citra negatif itu dengan mendirikan koperasi yang mampu tumbuh besar dan memberi kontribusi ekonomi yang signifikan bagi negeri ini,” jelas Djamil, Chief Executive Officer (CEO) Koperasi Syariah Pracico Inti Utama. Awalnya, gagasan koperasi unggul dengan anggota yang mapan secara ekonomi itu dilontarkan oleh pengusaha sekaligus chairman Holding Company Multi Inti Sarana Group Teddy Agustiansyah.  Pengusaha sukses di bidang transportasi dan pertambangan ini menggandeng Djamil Hasyim mendirikan koperasi sektor jasa keuangan di bawah naungan MIS Group Lalu berdirilah dua koperasi sekaligus, Koperasi Simpan Pinjam Pracico Inti Sejahtera pola konvensional dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Pracico Inti Utama.

Di internal MIS Group juga didirikan dua koperasi karyawan yaitu Multi Yatra Sejahtera dan Multi Jasa Guna Prima, keduanya berjenis simpan pinjam. Sejak didirikan tahun lalu, kata Djamil, Koperasi Syariah Pracico Inti Utama (PIU)  sudah punya anggota lebih dari 600 orang dengan total simpanan berjangka lebih dari Rp600 miliar.  Masih kata dia, tidak sulit bagi tim marketing PIU menghimpun dana sebesar itu. Selain mereka kalangan muda profesional yang enerjik, PIU  juga didukung oleh performance MIS Group, holding company yang selama ini terbilang sukses menggulirkan roda bisnisnya. 

Apa saja sasaran akan dicapai  PIU ke depan, berikut bincang wartawan Majalah PELUANG  Irsyad Muchtar dan Yuni Hegarwati dengan putra kota Tual Maluku Tenggara yang pernah menduduki jabatan Corporate Secretary Bank DKI Jakarta ini. 

DI TENGAH KETATNYA PERTUMBUHAN USAHA KOPERASI BERBASIS SIMPAN PINJAM, KOPERASI PRACICO HADIR MERAMAIKAN PERSAINGAN. TENTUNYA ADA KONSEP YANG BISA DIANDALKAN SEHINGGA ANDA BERANI MEMASUKI PASAR YANG KETAT ITU?

Betul, kami sadar koperasi simpan pinjam mendominasi hampir 80 persen dari total koperasi yang ada di Indonesia, sebanyak 153 ribu unit. Kami berani hadir karena memang kami punya target market sendiri. Jika  kebanyakan koperasi membidik anggota dengan penghasilan ekonomi kelas bawah, kami membidik kelas menengah ke atas. Bukan tanpa alasan, yang pasti kami bercita-cita ingin menjadi etalase bisnis koperasi Indonesia, orang butuh apa, kami bisa penuhi.

IDE MENYASAR KALANGAN MENENGAH ATAS ITU PASTINYA TIDAK MUDAH.  APA SAJA KIATNYA ?

Sejak PIU  berdiri April tahun lalu, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Hingga Desember 2018 sudah terhimpun simpanan berjangka Rp500 miliar. Semua berjalan smooth karena kami bekerja dalam jaringan yang solid di bawah holding company MIS Group. Pilihan koperasi ke segmen syariah sudah sejak awal kami sasar. Karena selain pola sharing nya yang lebih adil, tren syariah di tengah pasar keuangan di Indonesia juga makin memasyarakat. Bahkan perbankan papan atas, seperti BCA, Danamon, CIMB dan bank-bank BUMN sudah lebih awal welcome dengan syariah. S elain itu, kita juga mafhum bahwa jumlah penduduk negeri ini yang mayoritas muslim merupakan pasar yang sangat besar dan potensial.

FASILITAS APA YANG MENARIK DARI PRACICO SYARIAH INI?

 Kami terbitkan kartu Pracico Previlege dalam bentuk aplikasi yang berfungsi untuk memberi kemudahan bagi anggota saat bertansaksi. Dengan kartu ini  anggota bisa masuk lounge, free entry airport lounge. Dan juga fasilitas menginap di hotel-hotel berbintang. Bedanya hanya di jenis simpanan. Untuk penyimpan kelas Silver, yaitu antara Rp250 juta – Rp1 miliar diberikan pelayanan hanya untuk satu orang. Lalu, kelas Gold, Rp1 miliar – Rp5 miliar untuk tiga orang dan kelas Platinum, simpanan lebih dari Rp5 miliar mendapat layanan Pracico Previlege untuk lima orang.  Sedangkan untuk fasilitas hotel  juga disesuaikan dengan kelas masing-masing. Misalnya, Silver di hotel bintang tiga, Gold bintang empat dan Platinum bintang lima.  Hingga Agustus lalu, anggota kami meningkat hingga mencapai 600an orang.

BAGAIMANA CERITANYA ANDA  BERGABUNG DENGAN PRACICO?

Pak Teddy sebenarnya sudah mengajak saya sejak 2009 atau pas  saya pensiun dari Bank DKI Jakarta. Waktu itu saya belum berminat karena masih ingin menikmati suasana pengangguran ha..ha..ha..

Saya ingin bebas dulu tanpa kerja apapun karena lelah juga bekerja selama 30 tahun di perbankan. Lima tahun kemudian, pada 2014 saya baru bergabung dengan MIS Group yang dipimpin Pak Teddy. Kendati basisnya pengusaha namun Pak Teddy  sangat menyukai pemikiran ekonomi Bung Hatta tentang koperasi sebagai usaha bersama yang dimiliki orang banyak. Namun dalam realitanya, kan tidak banyak pengelola koperasi  bisa mengikuti pemikiran Bung Hatta. Kemudian tercetus ide mendirikan koperasi yang tidak biasa, yaitu koperasi dengan segmen anggota kalangan pemodal besar. Kami ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa koperasi sangat layak melakukan berbagai usaha besar, sebagaimana halnya  di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Di negeri-negeri adi daya yang sangat kapitalis itu koperasi justru mendapat tempat terhormat sebagai entitas bisnis yang memberdayakan anggota secara nyata.

BAGAIMANA DENGAN TREN  KOPERASI MILENIAL YANG BELAKANGAN INI IDENTIK DENGAN PEMANFAATAN EKONOMI DIGITAL?

Kami sangat sadar dengan laju ekonomi yang belakangan bergerak cepat ini. Karenanya di bawah naungan MIS Group bisnis koperasi kami perkuat dengan sejumlah produk digital berbasis aplikasi, antara lain Sistem Digital Transaksi Indonesia atau Digital Cooperative. Salah satu produk yang kita luncurkan Juli lalu adalah aplikasi CoopRASI, aplikasi yang akan memudahkan koperasi dalam mengelola usahanya, misalnya pembukuan simpanan, pinjaman ataupun Sisa Hasil Usaha anggota yang bisa langsung dicek melalui smartphone.

SASARAN KOPSYAH PRACICO KE DEPAN?

Kami ingin menjadi bagian dari pelaku koperasi besar di Indonesia, hingga saat ini saya memang masih menduduki posisi sebagai CEO Kopsyah Pracico, tetapi saya kan hanya mengantarkan saja berdirinya koperasi ini. Ke depan harus di pimpin oleh kalangan muda milenial yang mampu melanjutkan misi besar koperasi ini. Saya juga berharap para pelaku koperasi bisa bersama-sama untuk mendirikan bank yang khusus membiayai usaha-usaha koperasi. Jika di Perancis ada Agricole dan di Jepang ada Nurrinchukin, tentunya koperasi Indonesia juga harus punya bank sendiri. Koperasi jangan lagi tersekat oleh regulasi sempit. Izinkan Koperasi bergerak kembangkan banyak usaha, seperti halnya BUMN dan badan usaha swasta.  (Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...