Merangkul Milenial, Koperasi Harus Berbasis IT

Kegiatan koperasi mahasiswa Universitas Padjadjaran-Foto: Dokumentasi Kopma Unpad.

MALANG-—Citra koperasi di mata kaum milenial masih identik dengan kaum tua.  Untuk itu perlu upaya memperkenalkan koperasi kepada generasi milenial.  Sebab dengan merangkul generasi milenial akan mendorong perkembangan koperasi dan memperkokoh keberadaannya. Agar bisa merangkul milenial koperasi sudah saatnya menggunakan teknologi informasi

Demikian dikatakan ekonom dari Universitas Brawijaya Nugroho Suryo Bintoro di Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/7). 

“Generasi muda lebih  suka mengakses perbankan karena kemudahan transaksinya. Untuk itu koperasi harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan menerapkannya pada ponsel cerdas,” ucap Nugroho seperti dilansir Antara.

Dengan menggunakan teknologi informasi,  koperasi bisa merangkul generasi muda. Pasangan muda yang sudah berkeluarga dapat kemudahan membayar listrik, rekening air, telefon hingga langganan berinternet dengan jasa koperasi. 

“Sayangnya hanya sedikit koperasi yang beradaptasi dengan teknologi informasi. Untuk itu ke depannya koperasi menjaidkan teknologi informasi sebagai fasilitas yang standar,” saran Nugroho.

Apa yang diungkapkan Nugroho, bahwa kalangan milenial banyak yang tidak mengetahui koperasi dibenarkan Salsabila Nisa, mahasiswa Sastra Korea dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Yang dia tahu koperasi hanya tempat simpan meminjam.  Koperasi bisa mensejaterahkan anggotanya.Sayangnya di SMA itu koperasi hanya diikuti guru dan karyawan dan tidak melibatkan siswa. 

“Waktu Ospek mahasiswa  baru ada promosi kegiatan Koperasi Mahasiswa (Kopma), tetapi saya tidak tertarik,” ujar dia pada Peluang, beberapa waktu lalu.

Namun ada juga kalangan milenial yang tertarik bergabung di koperasi. Dewi Puspa misalnya menjadi anggota koperasi Universitas Indonesia.

“Soalnya ada seseruan bukan hanya nabung dan pinjam, ada acara yg melibatkan anggota koperasi dan diajak melek investasi. Cuma sayangnya sistemnya masih tradisional, belum online based. Jadi kalau liat jumlah tabungan harus datang atau lewat telepon,” ujar Dewi.

Dia  mengatakan penggunaan IT ini membuat anggota bisa melihat tabungan dan lihat promo yang ditawarkan koperasi lebih mudah.

“Kebanyakan dari kami suka yang bisa dipantau online.  Syukur mendaftar juga bisa online. Maunya praktis tapi juga memikirkan sisi keamanan data,” pungkas Dewi.(Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...