Menyigi Nasabah Orientasi Ekspor

MENJADI Kepala Divisi Perbankan Internasional Bank Bukopin sejak Desember 2019 lalu merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi Atqkan Sjukri. Bangga karena ia merupakan salah seorang termuda yang memegang jabatan tersebut. Tantangannya adalah karena ia harus membuktikan jiwa nasionalisme dan mendukung pemerintah agar neraca perdagangan tidak lagi defisit. Caranya dengan meningkatkan ekspor.

“Saya akan berjuang memberikan edukasi terhadap nasabah-nasabah Bank Bukopin agar transaksi ekspornya tinggi,” kata Atqkan kepada Peluang, beberapa waktu lalu.

Kandidat Doktor bidang Financial Criminology dari Universitas Teknologi Mara, Selangor Malaysia ini membawahi semua transaksi ekspor impor. Transaksi non cash flow, produk letter of credit, di mana ada unsur pembiayaan perdagangan seluruh Indonesia.

“Kami mendukung nasabah berorientasi ekspor, impor,” kata pria kelahiran 1983 ini yang sudah sejak 2008 berkiprah di Bank Bukopin.

Lanjut dia, Bank Bukopin menciptakan produk-produk perbankan yang mendukung pelaku ekspor. Salah satunya ada produk tersebut bernama Pre Export Financing di mana eksportir bisa mendapatkan  pembiayaan 50 persen hingga  mereka dapat LC. Dengan demikian pelaku ekspor tidak ada kesulitan modal kerja, mereka bisa meningkatkan volume ekspornya hingga berdampak pada negara kita. 

Di luar dunia perbankan, Atqan juga seorang aktivis koperasi. Dia terlibat dalam pembinaan sejumlah koperasi pasar  di antaranya di Depok dan Pondok Labu. “Saya juga menyukai dunia koperasi,” tutupnya.  (Irvan)

Share This:

You may also like...