Menteri BUMN Minta Biaya Produksi untuk Pupuk Bersubsidi Diturunkan

Ilustrasi: Pupukbersubsidi-Foto; Sinar Harapan.co

CIANJUR—–Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong PT Pupuk Indonesia  menurunkan biaya produksi untuk pupuk bersubsidi.  Caranya dengan melakukan efesiensi, sehingga biaya Rp4500 bisa dipangkas. Rini memahami bahan baku produksi pupuk adalah gas.  Pupuk itu  kemudian dijual ke petani  seharga Rp1.800 dan sisanya disubsidi oleh pemerintah.

“Kalau bisa melakukan efesiensi, maka biayanya  bisa menjadi Rp4000, tanpa negara harus menambah subsidi agar pupuk bisa didapatkan petani lebih murah.  Dengan demikian jumlah pupuk yang didistribusikan ke petani akan lebih banyak dan memenuhi kebutuhan petani,” kata Rini kepada wartawan di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019),  ketika sedang meninjau gudang stok pupuk bersubsidi.

Untuk ini Rini meminta Pupuk Indonesia berkoordinasi dengan ESDM  agar menurunkan harga gas tersebut, dengan cara batu bara yang kalorinya rendah menjadi gas.  Dengan demikian biaya produksinya lebih rendah.

Dalam peninjauan itu Rini juga memaparkan sesuai Peraturan Menteri Kementerian Pertanian Nomor47/ Permentan/ PP.130/12/2018,  BUMN Produsen pupuk, Pupuk Indonesia mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dengan total sebanyak 8,8 juta ton.

“Tercatat hingga 31 Januari 2019 pupuk bersubsidi di tingkat Nasional telah diserap sebanyak 867 ribu ton atau 10% dari alokasi tahun 2019,” pungkasnya.

Share This:

You may also like...